Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan Singingi

Idul Adha di Kuansing Penuh Kepedulian — Bupati Suhardiman Sebut 3.880 Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga

×

Idul Adha di Kuansing Penuh Kepedulian — Bupati Suhardiman Sebut 3.880 Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Idul Adha di Kuansing Penuh Kepedulian — Bupati Suhardiman Sebut 3.880 Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby, melaksanakan Salat Idul Adha bersama masyarakat di Lapangan Limuno, Teluk Kuantan, Rabu (27/05/2026).

Dalam momentum hari besar umat Islam tersebut, Bupati Suhardiman Amby mengungkapkan total hewan kurban di Kabupaten Kuantan Singingi tahun ini mencapai 3.880 ekor, terdiri dari sapi dan kambing yang disalurkan kepada masyarakat di berbagai kecamatan dan desa.

Menurutnya, tingginya jumlah hewan kurban tersebut menjadi bukti kuat tumbuhnya semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan kepedulian antar sesama masyarakat di Negeri Jalur.

“Ini bagian dari upaya kita masyarakat Kuansing untuk memberikan keadilan sosial bagi warga. Kita akan memberikan rasa saling membantu di antara sesama,” tegas Suhardiman dalam sambutannya.

Khusus di Masjid Agung Ar Raudhah, tahun ini tercatat sebanyak 23 ekor hewan kurban disembelih. Jumlah tersebut bertambah dengan satu ekor sapi bantuan Presiden Republik Indonesia yang turut disalurkan untuk masyarakat Kuantan Singingi.

Bantuan sapi kurban dari Presiden RI itu dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat daerah, sekaligus memperkuat makna Idul Adha sebagai momentum berbagi dan mempererat persaudaraan sosial.

Idul Adha Jadi Momentum Bangun Kebersamaan

Dalam kesempatan itu, Bupati Suhardiman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan bersama-sama membangun Kabupaten Kuantan Singingi agar semakin maju di berbagai sektor.

Menurutnya, semangat pengorbanan dan keikhlasan Idul Adha harus menjadi energi positif dalam membangun daerah, baik dari sisi pembangunan sosial, ekonomi, maupun kehidupan bermasyarakat.

“Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, kekompakan, dan kepedulian seluruh masyarakat demi Kuansing yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Pelaksanaan Salat Idul Adha di Lapangan Limuno berlangsung tertib dan dipadati masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Kuantan Tengah. Momentum tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat.

Usai pelaksanaan salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba pawai takbir yang sebelumnya digelar meriah pada malam takbiran.

Panitia menetapkan Surau Sukun Desa Sawah sebagai juara pertama, disusul Masjid Al Gani Seberang Taluk Hilir di posisi kedua, dan Masjid Raya Pasar sebagai juara ketiga.

Para pemenang menerima piagam penghargaan serta uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Kuansing sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam memeriahkan syiar Islam di malam Idul Adha.

Forkopimda dan Pejabat Daerah Hadir Bersama Masyarakat

Pada pelaksanaan Salat Idul Adha tersebut, Bupati Suhardiman tampak akrab bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Hidayat Perdana dan Kepala Kementerian Agama Kuansing Suhelmon.

Bupati Suhardiman Amby juga hadir didampingi sang istri tercinta, Hj. Yulia Herma Suhardiman, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Zulkarnain.

Turut hadir Asisten III Setda Kuansing Azhar Ali, Camat Kuantan Tengah Eka Putra, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Data Kurban Jadi Gambaran Kepedulian Sosial Masyarakat

Jumlah 3.880 hewan kurban di Kuansing tahun ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berbagi kepada sesama, terutama bagi warga kurang mampu.

Selain bernilai ibadah, distribusi daging kurban juga menjadi bentuk pemerataan sosial yang membantu masyarakat mendapatkan akses pangan bergizi di momentum hari raya.

Pelaksanaan kurban yang tersebar di masjid, mushala, dan surau di berbagai wilayah Kuansing juga menunjukkan kuatnya tradisi keagamaan dan budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *