Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiPertanianProvinsi RiauSosialita

Polisi Turun Kawal Jagung Petani ke Bulog — Singingi Hilir Kirim Pesan: Swasembada Pangan Bukan Omong Kosong!

×

Polisi Turun Kawal Jagung Petani ke Bulog — Singingi Hilir Kirim Pesan: Swasembada Pangan Bukan Omong Kosong!

Sebarkan artikel ini
Polisi Turun Kawal Jagung Petani ke Bulog — Singingi Hilir Kirim Pesan: Swasembada Pangan Bukan Omong Kosong!

SINGHIL | DETAKKita.com Di saat isu krisis pangan terus menghantui dan harga kebutuhan pokok kerap membuat rakyat menjerit, langkah nyata justru lahir dari pelosok Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Bukan sekadar rapat. Bukan sekadar pidato.

Petani jagung di Desa Sungai Buluh membuktikan bahwa swasembada pangan bisa diwujudkan lewat kerja nyata di lapangan. Bahkan, distribusi hasil panen jagung pipil mereka sampai harus dikawal langsung aparat kepolisian menuju Gudang Bulog Pekanbaru.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian rakyat mulai bergerak serius menopang ketahanan pangan daerah dan nasional.

Kelompok Tani Tirto Kencono Desa Sungai Buluh berhasil menjual hasil panen jagung pipil sebanyak 2 ton ke Bulog Pekanbaru dengan harga Rp6.400 per kilogram untuk kadar air di bawah 14 persen.

Distribusi hasil panen itu dikawal langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Sungai Buluh, Putut Wisnu menggunakan satu unit truk Colt Diesel menuju gudang Bulog di Pekanbaru.

Ketua Kelompok Tani Tirto Kencono, M. Said menegaskan bahwa kelompok tani mereka siap terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Kami ingin membuktikan bahwa petani desa juga mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan. Ini bukan hanya soal panen, tapi soal perjuangan menjaga pangan bangsa,” tegas M. Said.

Dukungan penuh juga datang dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah Sejahtera Desa Sungai Buluh yang ikut terlibat dalam mendukung distribusi hasil pertanian masyarakat.

Ketua BUMDes Amanah Sejahtera, Junaedi menyebut sinergi petani, pemerintah desa, dan aparat keamanan menjadi kekuatan utama dalam membangun kemandirian pangan masyarakat.

“Kalau petani dibina serius dan didukung penuh, desa bisa kuat. Ketahanan pangan tidak boleh hanya jadi slogan pemerintah, tapi harus benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Keterlibatan langsung aparat kepolisian dalam pengawalan distribusi hasil panen juga mendapat perhatian masyarakat. Langkah itu dinilai sebagai bentuk nyata bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga ikut mengawal stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan rakyat.

Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alferdo Krisnata Kaban memberikan apresiasi atas semangat petani Desa Sungai Buluh yang terus bergerak di tengah tantangan ekonomi dan sektor pertanian.

“Kami sangat mengapresiasi semangat kelompok tani dan masyarakat. Polri akan terus hadir mendukung program ketahanan pangan serta menjaga sinergitas dengan masyarakat demi kesejahteraan bersama,” tegas Iptu Alferdo Krisnata Kaban, SH.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Buluh, Imam Suroyo berharap keberhasilan panen dan distribusi jagung pipil ini dapat menjadi pemicu lahirnya semangat baru bagi petani lainnya.

Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi kekuatan ekonomi desa yang mampu menopang kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Secara nasional, program ketahanan pangan memang menjadi fokus pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor pangan dan memperkuat produksi dalam negeri. Jagung sendiri menjadi salah satu komoditas strategis karena memiliki peran besar dalam kebutuhan pangan dan industri pakan ternak.

Karena itu, keberhasilan petani Desa Sungai Buluh menjual hasil panen langsung ke Bulog dinilai bukan perkara kecil.

Ini adalah bukti bahwa desa mampu bergerak.

Petani mampu bangkit.

Dan negara seharusnya hadir mengawal mereka, bukan membiarkan mereka berjuang sendirian.

Kini, pesan dari Singingi Hilir terdengar jelas: ketahanan pangan tidak akan lahir dari meja seminar, tetapi dari lumpur sawah, keringat petani, dan keberanian semua pihak untuk benar-benar turun ke lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *