JAKARTA | DETAKKita.com — Nama Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi kembali mengguncang panggung nasional. Di tengah sorotan tajam publik terhadap dunia penegakan hukum, Kejari Kuansing justru tampil mencolok dan berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi tingkat nasional.
Bukan sekadar hadir. Bukan pula sekadar formalitas.
Kejari Kuansing di bawah komando Kajari M. Harun Sunadi, SE, SH, MH sukses menyabet Prestasi III Anugerah Kejaksaan Negeri Tipe B dalam malam Apresiasi dan Penganugerahan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia yang digelar di Aula Sasana Adhi Karyya Badan Diklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Senin malam (25/5/2026).
Penghargaan prestisius itu diserahkan langsung oleh Mangihut Sinaga kepada M. Harun Sunadi di hadapan jajaran insan Adhyaksa se-Indonesia.
Momentum itu bukan hanya seremoni.
Itu adalah penegasan bahwa Kejari Kuansing kini mulai diperhitungkan di level nasional.
Di saat banyak institusi penegakan hukum diterpa kritik dan krisis kepercayaan publik, Kejari Kuansing justru berhasil menunjukkan wajah berbeda: kerja nyata, disiplin, dan konsistensi kinerja.
Ajang penghargaan yang digelar Komisi Kejaksaan RI bersama Persatuan Jaksa Indonesia tersebut mengangkat tema “Cahaya Adhyaksa Nusantara” dengan semangat besar menuju transformasi penegakan hukum yang humanis, modern, dan berintegritas.
Namun bagi masyarakat Kuansing, penghargaan ini lebih dari sekadar trofi.
Ini tentang harga diri daerah.
Tentang pembuktian bahwa daerah tidak selalu tertinggal di belakang pusat.
Dan Harun Sunadi dianggap berhasil membawa nama Kuansing berdiri sejajar di pentas nasional.
“Penghargaan ini bukan milik saya pribadi. Ini hasil kerja keras seluruh jajaran Kejari Kuansing dan dukungan masyarakat. Amanah ini justru menjadi cambuk bagi kami untuk bekerja lebih keras lagi,” tegas Harun Sunadi.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar.
Di bawah kepemimpinannya, Kejari Kuansing diketahui mencatat sejumlah capaian penting dalam tata kelola internal, pelayanan publik, hingga penguatan profesionalisme penegakan hukum.
Kinerja Kejari Kuansing dalam beberapa waktu terakhir juga mulai banyak mendapat perhatian karena dinilai lebih aktif, responsif, dan berani membangun kepercayaan publik.
“Kami tidak ingin hanya dikenal lewat slogan. Kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata, integritas, dan keberanian menjalankan hukum secara profesional,” ujar Harun dengan nada tegas.
Penghargaan kategori Kejaksaan Negeri Tipe B sendiri bukan penghargaan sembarangan.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator penting, mulai dari kualitas pelayanan publik, profesionalisme penanganan perkara, pengawasan internal, inovasi kelembagaan, hingga integritas aparat penegak hukum.
Artinya, capaian Kejari Kuansing menjadi bukti bahwa institusi daerah mampu bersaing secara nasional apabila dipimpin dengan arah yang jelas dan konsisten.
Di tengah tantangan besar dunia hukum yang terus diuji kritik publik, capaian ini sekaligus menjadi tamparan bagi institusi lain yang masih berjalan di tempat.
Kejari Kuansing berhasil membuktikan satu hal penting: kerja serius akan melahirkan hasil besar.
“Kami ingin Kejaksaan hadir bukan untuk ditakuti, tapi dipercaya. Karena hukum yang kuat adalah hukum yang mampu memberi rasa keadilan kepada masyarakat,” tutup Harun.
Kini, penghargaan nasional itu telah dibawa pulang ke Kuansing.
Namun pesan yang tertinggal jauh lebih besar: bahwa nama daerah bisa bersinar di tingkat nasional ketika integritas tidak sekadar jadi pidato, tetapi benar-benar diwujudkan lewat kerja nyata.






