Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiProvinsi Riau

Hotel Terbengkalai Akhirnya Dilirik Investor! Jurus Bupati Suhardiman Mulai Berbuah — PAD Siap Melejit

×

Hotel Terbengkalai Akhirnya Dilirik Investor! Jurus Bupati Suhardiman Mulai Berbuah — PAD Siap Melejit

Sebarkan artikel ini
Hotel Terbengkalai Akhirnya Dilirik Investor! Jurus Bupati Suhardiman Mulai Berbuah — PAD Siap Melejit

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Langkah berani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai menunjukkan hasil nyata. Strategi “jemput bola” investor yang digagas Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby bersama Wakil Bupati (Wabup) H. Muklisin kini tak lagi sekadar wacana.

Sejumlah investor mulai melirik aset-aset milik daerah yang selama ini terkesan “mati suri”. Di antaranya Hotel Kuansing, Wisma Jalur, hingga Rumah Susun (Rusun) di Teluk Kuantan.

Kabar menggembirakan ini disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kuansing, Deswan Antoni, didampingi Kabag Ekonomi, Trian Zulhadi, saat melakukan peninjauan langsung bersama calon investor, Kamis (2/4/2026) petang.

“Alhamdulillah, ada investor yang menunjukkan minat untuk mengelola aset-aset daerah kita, termasuk Hotel Kuansing yang selama ini terbengkalai,” tegas Deswan Antoni di lokasi.

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar penjajakan biasa, melainkan bagian dari strategi besar Pemkab Kuansing untuk “menghidupkan” aset-aset yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD.

Dengan menggandeng pihak swasta, pengelolaan aset diharapkan lebih profesional, produktif, dan mampu menghasilkan pendapatan nyata bagi daerah.

Senada dengan itu, Kabag Ekonomi Setda Kuansing, Trian Zulhadi, menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor, namun tetap mengedepankan aturan dan kepentingan masyarakat.

“Ini peluang besar untuk meningkatkan PAD sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kita berharap proses ini segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya lugas.

Sorotan utama dalam penjajakan ini tertuju pada Hotel Kuansing—aset yang selama ini terbengkalai dan menjadi simbol belum optimalnya pengelolaan kekayaan daerah. Jika kerja sama ini terealisasi, hotel tersebut diprediksi kembali beroperasi dan menjadi “mesin uang” baru bagi Kuansing.

Langkah strategis duet kepemimpinan Suhardiman Amby – Muklisin ini dinilai sebagai terobosan cerdas di tengah keterbatasan fiskal daerah. Tidak hanya mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru.

Pemkab Kuansing pun menegaskan komitmennya: setiap kerja sama investasi akan dijalankan secara transparan, profesional, dan sesuai regulasi.

Kini, publik menanti—apakah aset-aset yang selama ini “tidur panjang” benar-benar akan bangkit dan menjadi tulang punggung baru PAD Kuansing? Waktu akan menjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *