Scroll untuk baca artikel
Ekonomi / Bisnis

Catut Nama BRI untuk Tipu Calon Debitur KUR — Rusdi Minta Masyarakat Waspada

×

Catut Nama BRI untuk Tipu Calon Debitur KUR — Rusdi Minta Masyarakat Waspada

Sebarkan artikel ini
Catut Nama BRI untuk Tipu Calon Debitur KUR — Rusdi Minta Masyarakat Waspada

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com — Iming-iming pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dengan proses cepat dan pencairan mudah melalui tautan online maupun media sosial patut diwaspadai. Di balik tawaran menggiurkan tersebut, masyarakat berpotensi menjadi sasaran penipuan yang mencatut nama Bank Rakyat Indonesia (BRI).

BRI menegaskan masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penawaran KUR melalui pesan WhatsApp, akun media sosial, tautan digital tidak resmi, hingga pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

Praktik tersebut bukan sekadar menawarkan kemudahan pinjaman, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk meminta uang, mencuri data pribadi, bahkan mengambil alih akses rekening nasabah.

Branch Office Head (BOH) BRI Teluk Kuantan, Rusdi, saat memberikan keterangan di Teluk Kuantan, Rabu (4/11/2026), mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pengajuan KUR yang mengatasnamakan BRI melalui kanal tidak resmi.

Rusdi menegaskan bahwa masyarakat harus memastikan setiap proses pengajuan pembiayaan dilakukan melalui petugas dan jaringan kerja resmi BRI.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan BRI, khususnya penawaran KUR melalui tautan tidak resmi, akun media sosial pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki kewenangan. Jangan mudah tergiur dengan janji pencairan cepat tanpa melalui prosedur yang berlaku,” tegas Rusdi.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa pengajuan KUR harus mengikuti mekanisme resmi perbankan. Calon debitur tidak boleh menyerahkan dokumen pribadi maupun melakukan pembayaran kepada pihak yang tidak jelas identitas dan kewenangannya.

JANGAN TERGIUR PENCAIRAN CEPAT, KENALI MODUSNYA!

Modus penipuan KUR biasanya menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan calon korban. Pelaku dapat mengaku sebagai pegawai BRI, menawarkan pinjaman dengan plafon tertentu, menjanjikan persetujuan tanpa survei, hingga meminta sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi atau percepatan pencairan.

Tidak jarang, calon korban diarahkan mengisi formulir melalui tautan yang tidak jelas asal-usulnya. Data yang dimasukkan kemudian berpotensi disalahgunakan oleh pelaku.

Karena itu, Rusdi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan, mengunduh aplikasi dari sumber tidak dikenal, atau mengirimkan dokumen identitas kepada pihak yang belum terverifikasi.

“Jangan pernah memberikan PIN, password, kode OTP, maupun informasi rahasia perbankan kepada siapa pun. Apabila ada pihak yang meminta data tersebut dengan mengatasnamakan proses pengajuan KUR, masyarakat harus segera meningkatkan kewaspadaan karena hal itu merupakan indikasi kuat penipuan,” jelasnya.

PENGAJUAN KUR MELALUI JARINGAN RESMI BRI

BRI menyediakan akses layanan pengajuan KUR melalui jaringan kerja resmi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Masyarakat dapat mendatangi Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, serta berkomunikasi dengan tenaga pemasar resmi BRI untuk memperoleh informasi mengenai persyaratan, plafon pinjaman, suku bunga, tenor, dan mekanisme pengajuan.

Setiap permohonan pembiayaan tetap harus melalui pemeriksaan dokumen, verifikasi usaha, serta analisis kelayakan sesuai ketentuan perbankan.

BRI juga menegaskan bahwa proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya di muka. Oleh sebab itu, masyarakat diminta menolak apabila ada pihak yang meminta transfer uang dengan alasan biaya administrasi, uang pelicin, biaya survei, ataupun jaminan pencairan.

Rusdi mengatakan, BRI Teluk Kuantan terus mendorong masyarakat untuk mengutamakan kehati-hatian dalam mengakses layanan perbankan, sehingga program pembiayaan yang ditujukan untuk membantu pengembangan UMKM tidak justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan manfaat dari program KUR secara aman dan sesuai prosedur. Silakan datang langsung ke kantor BRI terdekat untuk mendapatkan penjelasan yang benar. Jangan menggunakan perantara yang tidak jelas, apalagi sampai menyerahkan uang atau data rahasia perbankan,” ujarnya.

VERIFIKASI INFORMASI, HUBUNGI KANAL RESMI BRI

Untuk menghindari kerugian, masyarakat diimbau memastikan setiap informasi mengenai produk dan layanan BRI melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

BRI menyediakan layanan Contact BRI melalui nomor 1500017 serta website resmi www.bri.co.id dan akun media sosial resmi BRI.

Apabila menemukan penawaran mencurigakan, masyarakat sebaiknya tidak langsung menanggapi, tidak mengirimkan uang, serta melakukan verifikasi melalui saluran resmi BRI.

“Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian kami. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan, lebih teliti menerima informasi, dan selalu memastikan kebenaran setiap penawaran yang mengatasnamakan BRI,” tutup Rusdi.

Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa kemudahan akses pembiayaan harus diimbangi dengan kewaspadaan. Jangan sampai niat memperoleh tambahan modal usaha justru berujung kehilangan uang dan penyalahgunaan data pribadi akibat percaya kepada penawaran KUR palsu.

Ingat, jangan asal klik, jangan asal transfer, dan jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, maupun password kepada siapa pun. Pastikan seluruh urusan perbankan dilakukan melalui jalur resmi BRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *