Scroll untuk baca artikel
JakartaTNI

Kapal Induk Italia Jadi KRI Sriwijaya — Raksasa Laut 180 Meter Siap Perkuat TNI AL

×

Kapal Induk Italia Jadi KRI Sriwijaya — Raksasa Laut 180 Meter Siap Perkuat TNI AL

Sebarkan artikel ini
Kapal Induk Italia Jadi KRI Sriwijaya — Raksasa Laut 180 Meter Siap Perkuat TNI AL

JAKARTA | DETAKKita.com Indonesia memasuki babak baru kekuatan maritim. Kapal induk ringan eks Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi telah tiba di Jakarta dan diproyeksikan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya setelah proses serah terima pada 24 September 2026.

Nama Sriwijaya dipilih untuk menghidupkan kembali simbol kejayaan kerajaan maritim besar Nusantara. Di balik nama bersejarah tersebut, kapal sepanjang lebih dari 180 meter ini membawa kemampuan operasi udara, komando, hingga pertahanan diri yang menjadi perhatian.

Kapal tersebut tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026), setelah menempuh perjalanan sekitar 6.870 mil laut dari Italia. Kapal kemudian menjadi bagian dari penguatan kemampuan maritim Indonesia.

RAKSASA 180 METER, BOBOT HAMPIR 14 RIBU TON

Eks Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter, dengan sarat air sekitar 6,7 meter. Data teknis yang tersedia mencatat bobot standar sekitar 10.100 ton, sementara bobot penuh pascamodernisasi dapat mencapai sekitar 14.150 ton.

Kapal ini menggunakan empat turbin gas FIAT/GE LM2500 dalam konfigurasi COGAG dengan total daya sekitar 81.000 tenaga kuda.

Dengan tenaga tersebut, kapal mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 30 knot dan mempunyai jangkauan hingga 7.000 mil laut pada kecepatan 20 knot.

DEK PENERBANGAN 173 METER

Kekuatan utama Garibaldi terletak pada kemampuan operasi udaranya.

Kapal memiliki dek penerbangan sekitar 173,8 meter yang dirancang untuk mendukung operasi pesawat STOVL dan berbagai jenis helikopter. Dalam konfigurasi operasional Italia, kapal ini pernah mengoperasikan AV-8B Harrier II serta berbagai helikopter, termasuk keluarga EH101/AW101.

Kapasitas unsur udara bergantung konfigurasi dan jenis pesawat yang dibawa. Sejumlah sumber mencatat kemampuan membawa hingga sekitar 18–20 unit pesawat, sementara konfigurasi helikopter juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi.

Dari sisi personel, kapasitas kapal berada di kisaran 825–830 orang, mencakup awak kapal, personel penerbangan dan staf komando.

BUKAN SEKADAR KAPAL ANGKUT HELIKOPTER

Garibaldi sejak awal dirancang sebagai kapal perang multifungsi. Selain menjadi platform penerbangan, kapal juga memiliki kemampuan komando dan sistem pertahanan diri.

Persenjataan historisnya mencakup peluncur rudal Albatros/Aspide, tiga sistem meriam DARDO 40/70, serta dua peluncur torpedo 324 mm rangkap tiga. Sistem peperangan elektronik dan penanggulangan juga mencakup peluncur SCLAR serta umpan torpedo AN/SLQ-25 Nixie.

Namun, penting dicatat, konfigurasi persenjataan ketika kapal beroperasi di bawah bendera Indonesia tidak otomatis sama dengan konfigurasi saat masih menjadi kapal Italia. Sejumlah sistem persenjataan dan sensor telah mengalami perubahan selama masa dinas dan modernisasi.

DARI GARIBALDI MENUJU SRIWIJAYA

Pergantian nama menjadi KRI Sriwijaya dijadwalkan bersamaan dengan proses serah terima pada 24 September 2026. Pada momentum tersebut, bendera Italia juga direncanakan berganti menjadi bendera Merah Putih.

Kehadiran kapal ini bukan hanya soal ukuran dan persenjataan. Pemerintah juga melihatnya sebagai platform yang dapat mendukung operasi udara, pusat komando bergerak serta respons terhadap bencana di wilayah kepulauan Indonesia.

Kini perhatian tertuju pada babak berikutnya: bagaimana Indonesia melakukan refurbishment, retrofit dan penyesuaian sistem sehingga kapal eks Giuseppe Garibaldi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasi TNI Angkatan Laut.

Nama Sriwijaya membawa simbol kejayaan maritim masa lalu.

Kapalnya membawa teknologi dan pengalaman operasi dari Italia.

Dan mulai akhir September 2026, keduanya akan bertemu di bawah satu bendera:

Merah Putih.

Jalesveva Jayamahe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *