Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiProvinsi Riau

TEGAS! Bupati Suhardiman “Sentil” Warga Soal Sampah: Jangan Tunggu Pemerintah — Ini Tanggung Jawab Kita Semua!

×

TEGAS! Bupati Suhardiman “Sentil” Warga Soal Sampah: Jangan Tunggu Pemerintah — Ini Tanggung Jawab Kita Semua!

Sebarkan artikel ini
TEGAS! Bupati Suhardiman “Sentil” Warga Soal Sampah: Jangan Tunggu Pemerintah — Ini Tanggung Jawab Kita Semua!

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Persoalan sampah di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau kian menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya volume limbah rumah tangga dan minimnya kesadaran masyarakat, Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, angkat suara dengan pernyataan tegas dan menyentil.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pola pikir lama yang selama ini menganggap kebersihan hanya tanggung jawab pemerintah semata.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kuansing untuk menanamkan bahwa kebersihan dan keindahan lingkungan itu adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas Suhardiman Amby, Selasa (28/4/2026).

Tidak hanya sekadar imbauan, Bupati Suhardiman juga memberi peringatan keras kepada jajaran pemerintah di tingkat bawah. Ia meminta camat, lurah hingga kepala desa untuk turun langsung mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan.

“Saya tegaskan kepada pemerintah kecamatan, kelurahan hingga desa, agar aktif mengajak masyarakat menanamkan kesadaran terhadap sampah. Semua harus dimulai dari diri sendiri,” lanjutnya.

 

Masalah Sampah Kuansing: Ancaman Nyata yang Tak Bisa Diabaikan

Permasalahan sampah di Kuansing bukan hal sepele. Berdasarkan kondisi lapangan dan tren yang terjadi, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama:

1. Volume Sampah Terus Meningkat

Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi menyebabkan produksi sampah rumah tangga meningkat setiap hari. Tanpa pengelolaan optimal, tumpukan sampah menjadi ancaman serius.

2. Minimnya Kesadaran Masyarakat

Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, baik di sungai, parit, maupun pinggir jalan. Kebiasaan ini memperparah kondisi lingkungan.

3. Keterbatasan Fasilitas dan Infrastruktur

Tempat pembuangan sementara (TPS), armada pengangkut, hingga sistem pengelolaan sampah masih belum merata di seluruh wilayah Kuansing.

4. Risiko Lingkungan dan Kesehatan

Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu berbagai persoalan:

  • Banjir akibat saluran tersumbat
  • Pencemaran air sungai
  • Penyebaran penyakit seperti diare dan demam berdarah
  • Bau tak sedap yang mengganggu aktivitas masyarakat

 

Peran Pemerintah dan Masyarakat Harus Sejalan

Bupati Suhardiman menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah.

Langkah konkret yang didorong antara lain:

  • Edukasi dan sosialisasi kebersihan lingkungan
  • Gerakan gotong royong rutin di desa dan kelurahan
  • Pengurangan sampah dari sumbernya (rumah tangga)
  • Pemilahan sampah organik dan anorganik
  • Peningkatan disiplin membuang sampah pada tempatnya

 

Momentum Perubahan: Dari Kebiasaan ke Kesadaran

Pernyataan tegas Bupati Suhardiman Amby ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Kuansing ingin mendorong perubahan pola pikir masyarakat. Kebersihan bukan lagi sekadar slogan, melainkan budaya yang harus dibangun bersama.

Jika kesadaran ini benar-benar diterapkan, bukan tidak mungkin Kuansing bisa keluar dari persoalan klasik sampah dan bertransformasi menjadi daerah yang bersih, sehat, dan indah.

DETAKKita.com mencatat, kunci utama dari persoalan ini bukan hanya pada sistem, tetapi pada kesadaran. Dan seperti yang ditegaskan Bupati Suhardiman Amby, perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *