BASERAH | DETAKKita.com — Kabar duka menyelimuti masyarakat Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Kepala Desa (Kades) Simpang Tanah Lapang, Jefriyoni, yang akrab disapa Joni Boduok, meninggal dunia pada Minggu (1/11/2026).
Kepergian sosok yang dikenal ramah, periang, dan mudah bergaul itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan kerja, hingga masyarakat yang selama ini mengenalnya. Tak terkecuali keluarga besar pemerintahan kecamatan dan komunitas Pacu Jalur di Baserah.
Ucapan belasungkawa disampaikan mantan Camat Kuantan Hilir Seberang sekaligus mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Kuantan Hilir, Jhon Hendri L, SKM., saat ditemui di Baserah, Minggu (1/11/2026).
Dengan nada penuh kesedihan, Jhon Hendri mengaku tidak menyangka sahabat sekaligus saudaranya itu pergi begitu cepat.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Sungguh Allah menepati janji-Nya. Tidak terasa dan kita pun masih seperti tidak percaya dengan kepergiannya. Saudara dan sahabat kami, Jefriyoni, Kepala Desa Simpang Tanah Lapang, telah dipanggil oleh Allah SWT,” ungkap Jhon Hendri.
Ia mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
“Semoga beliau husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya.
Bagi masyarakat Baserah, Joni Boduok bukan sekadar seorang kepala desa. Ia juga dikenal sebagai salah satu pengurus inti gelanggang Pacu Jalur yang selalu terlibat dalam setiap helatan tradisi kebanggaan masyarakat Kuantan Hilir di Tepian Lubuok Sobae, Baserah.
Sikapnya yang ramah dan periang membuat kehadirannya mudah diterima dalam berbagai suasana. Sosoknya seolah menjadi bagian dari denyut kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat setempat.
Sempat Beraktivitas, Mengeluh Sakit Dada
Sementara itu, Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra, SE., membenarkan kabar meninggalnya Jefriyoni. Menurutnya, almarhum bukan orang baru di lingkungan pemerintahan kecamatan karena sebelum dipercaya menjadi Kades Simpang Tanah Lapang, Jefriyoni merupakan tenaga honorer di Kantor Camat Kuantan Hilir.
Rahman mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, almarhum masih dalam kondisi sehat dan beraktivitas seperti biasa pada pagi hari sebelum akhirnya mengalami keluhan kesehatan secara mendadak.
“Pada pagi harinya, almarhum masih beraktivitas seperti biasanya. Namun, tiba-tiba beliau merasa kelelahan dan mengalami sakit pada bagian dada. Tidak lama kemudian, kami menerima kabar bahwa beliau telah meninggal dunia,” ungkap Rahman Candra.
Atas nama pribadi dan keluarga besar Pemerintah Kecamatan Kuantan Hilir, Rahman menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian salah seorang putra terbaik yang pernah menjadi bagian dari lingkungan kerja kecamatan tersebut.
“Kami keluarga besar Pemerintah Kecamatan Kuantan Hilir turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” ucapnya.
Plt Kadis Sosial PMD Kuansing: Kami Sangat Kehilangan
Ungkapan duka juga datang dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Kuansing, Delis Martoni.
Delis yang juga merupakan sahabat almarhum mengaku sangat kehilangan sosok Jefriyoni. Baginya, kepergian Joni Boduok bukan hanya kehilangan seorang rekan dalam urusan kedinasan, tetapi juga kehilangan teman dan sahabat yang dikenal memiliki pembawaan ceria.
“Secara pribadi maupun kedinasan, saya merasa sangat kehilangan. Almarhum adalah teman, bawahan sekaligus sahabat yang kami kenal sebagai sosok periang dan selalu membawa suasana menjadi lebih hidup,” ungkap Delis.
Ia pun menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum serta mendoakan agar segala amal ibadahnya diterima Allah SWT.
Pagi Bersihkan Halaman Gedung Berondo
Berdasarkan informasi yang dihimpun DETAKKita.com dari lapangan, sebelum meninggal dunia, Jefriyoni alias Joni Boduok masih terlihat melakukan aktivitas di wilayah administrasi pemerintahannya.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (1/11/2026), almarhum diketahui masih melakukan pembersihan halaman Gedung Berondo. Aktivitas tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pada pagi itu ia masih menjalankan rutinitas seperti biasanya.
Namun, siapa sangka aktivitas pagi tersebut menjadi salah satu momen terakhir sebelum kabar duka menyelimuti keluarga, sahabat, dan masyarakat Simpang Tanah Lapang.
Kepergian Jefriyoni meninggalkan kenangan tentang seorang kepala desa yang dikenal dekat dengan lingkungan kerja, masyarakat, serta dunia kebudayaan Pacu Jalur di Baserah.
Selamat jalan, Joni Boduok. Pengabdian dan kenanganmu akan tetap hidup di tengah masyarakat.
Innalillahi wainnailaihi rojiun.






