Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiProvinsi RiauReligi

HEBOH! Bocah 8 Tahun Asal Kuansing Ini Bikin Bangga Daerah — Juara 2 Hafidz Indonesia Disambut Penghargaan Resmi Pemkab!

×

HEBOH! Bocah 8 Tahun Asal Kuansing Ini Bikin Bangga Daerah — Juara 2 Hafidz Indonesia Disambut Penghargaan Resmi Pemkab!

Sebarkan artikel ini
HEBOH! Bocah 8 Tahun Asal Kuansing Ini Bikin Bangga Daerah — Juara 2 Hafidz Indonesia Disambut Penghargaan Resmi Pemkab!

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Momen Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kuantan Singingi (Kuansing) berubah menjadi panggung kebanggaan. Di tengah khidmatnya upacara di Lapangan Upacara Pemerintah Daerah, sosok bocah 8 tahun, Shanum Zahsy Askanah, mendadak jadi sorotan.

Pasalnya, siswa kelas 3 SDIT An-Najiyah ini sukses mengharumkan nama daerah setelah meraih Juara 2 ajang nasional Hafidz Indonesia, sebuah kompetisi hafalan Al-Qur’an bergengsi yang disiarkan secara nasional.

Tak menunggu lama, Pemerintah Kabupaten Kuansing langsung bergerak. Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Zulkarnain, menyerahkan penghargaan resmi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi luar biasa tersebut, Senin (4/5/2026) pagi.

Pemkab Kuansing: Ini Bukti Anak Daerah Bisa Mendunia!

Dalam keterangannya, Sekda Kuansing menegaskan bahwa capaian Shanum bukan sekadar prestasi biasa, melainkan simbol kebangkitan generasi muda daerah.

“Kami sangat bangga atas capaian ananda Shanum. Ini bukti bahwa anak-anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Semoga ini menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun keagamaan,” tegas Zulkarnain.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa Kuansing tidak kekurangan talenta unggul, terutama di bidang pendidikan berbasis keagamaan.

Dibina Sejak Usia 4 Tahun, Kunci Sukses Ada di Konsistensi

Di balik prestasi gemilang tersebut, tersimpan proses panjang penuh disiplin. Orang tua Shanum, Vito Fharnenko, mengungkapkan bahwa anaknya telah ditempa sejak usia dini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas apresiasi yang diberikan kepada anak kami. Ini menjadi penyemangat bagi Shanum untuk terus belajar dan meningkatkan hafalannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, metode yang digunakan cukup sederhana namun konsisten, yakni mendengarkan murotal Al-Qur’an setiap hari dan rutin melakukan murojaah.

Pesan Tegas untuk Orang Tua: Jangan Tunda Pendidikan Agama!

Lebih jauh, Vito juga menyampaikan pesan penting kepada para orang tua di Kuansing dan Indonesia secara umum.

“Kami mengajak para orang tua agar tidak ragu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak kecil. Dengan kesabaran, konsistensi, dan doa, insyaallah anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi yang membanggakan,” tutupnya.

Dasar dan Data Pendukung: Kenapa Prestasi Ini Penting?

Agar publik memahami nilai strategis prestasi ini, berikut dasar-dasar yang memperkuat pemberitaan:

1. Momentum Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional)

  • Diperingati setiap 2 Mei berdasarkan Keppres RI No. 316 Tahun 1959
  • Bertujuan menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia

2. Landasan Hukum Pendidikan

  • UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
    • Pasal 3: Pendidikan bertujuan membentuk manusia beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia
  • Prestasi Shanum selaras dengan tujuan pendidikan nasional, khususnya penguatan nilai keagamaan

3. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

  • Diatur dalam Perpres No. 87 Tahun 2017
  • Menekankan pembentukan karakter religius, integritas, dan disiplin sejak usia dini

4. Peran Keluarga dalam Pendidikan

  • UU Sisdiknas menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat
  • Metode murotal dan murojaah yang dilakukan Shanum menjadi contoh nyata implementasi pendidikan berbasis keluarga

Kesimpulan Tajam

Prestasi Shanum Zahsy Askanah bukan sekadar kemenangan di ajang televisi. Ini adalah tamparan halus sekaligus motivasi keras bagi dunia pendidikan daerah:

Bahwa dengan pola asuh tepat, disiplin, dan dukungan pemerintah, anak daerah mampu menembus panggung nasional — bahkan menjadi kebanggaan bangsa.

Kini pertanyaannya:

Siapa lagi yang akan menyusul jejak Shanum dari Kuansing?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *