Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Aceh SingkilProvinsi NAD

Panas Jelang Konferensi XXIII! Prof Sutan Nasomal Blak-blakan Dukung Zainal Abidin Simatupang Pimpin PGRI Aceh Singkil

×

Panas Jelang Konferensi XXIII! Prof Sutan Nasomal Blak-blakan Dukung Zainal Abidin Simatupang Pimpin PGRI Aceh Singkil

Sebarkan artikel ini
Panas Jelang Konferensi XXIII! Prof Sutan Nasomal Blak-blakan Dukung Zainal Abidin Simatupang Pimpin PGRI Aceh Singkil

ACEH SINGKIL | DETAKKita.com Suhu politik organisasi guru di Kabupaten Aceh Singkil mulai memanas jelang Konferensi XXIII PGRI yang dijadwalkan digelar pada 9 Mei 2026 di Aula Kodim 0109 Aceh Singkil. Dukungan demi dukungan kini mengalir deras kepada salah satu kandidat kuat, Zainal Abidin Simatupang, S.Pd.

Pernyataan tegas datang dari Prof. Dr. Sutan Nasomal yang secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Zainal Abidin Simatupang sebagai calon Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil periode mendatang.

“Pemilihan ini harus didukung seluruh elemen pendidikan, baik negeri maupun swasta. Saya menilai Saudara Zainal Abidin Simatupang layak dipilih karena memiliki etos kerja tinggi, aktif di berbagai bidang, dan bisa menjadi suri teladan bagi para pendidik,” tegas Sutan Nasomal saat diwawancarai melalui sambungan seluler dari Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Tak hanya itu, tokoh yang juga dikenal sebagai Pembina dan Penanggung Jawab Tim Media Pembangunan Aceh Singkil Indonesia (TIMPAS1) ini menilai kepemimpinan ZAS—sapaan akrab Zainal Abidin Simatupang—akan menjadi penopang penting dalam kemajuan pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah atas di Aceh Singkil.

 

Dukungan Menggulung, ZAS Makin Tak Terbendung

Dukungan terhadap ZAS tidak datang dari satu arah. TIMPAS1 secara resmi menyatakan komitmennya mengawal dan memenangkan sosok yang dikenal aktif dalam dunia pendidikan dan organisasi tersebut.

ZAS saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala UPTD SPF SDN Sintuban Makmur, serta pernah memimpin PGRI Cabang Singkil Utara. Selain itu, kiprahnya juga tercatat di berbagai organisasi seperti Pemuda Pancasila, KNPI, hingga dunia olahraga melalui KONI dan PSSI.

Di tengah masyarakat, ZAS juga dikenal aktif sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid serta Wakil Ketua BPKam Desa Gosong Telaga Timur—menunjukkan kapasitasnya tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga pemimpin sosial.

“Menang atau kalah itu biasa dalam demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berjuang memajukan pendidikan dan menjaga marwah guru sebagai pilar bangsa,” ujar Zainal Abidin Simatupang dalam keterangannya.

Ia juga mengajak seluruh peserta konferensi untuk menjunjung tinggi nilai demokrasi yang cerdas, santun, dan berakhlak.

 

Penilaian Publik: Nasionalis, Santun, dan Merangkul

Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat, Nurrizal Khafi Pohal yang menilai ZAS sebagai figur yang tepat memimpin PGRI.

“Beliau sosok nasionalis, santun, dan mampu membangun komunikasi lintas kalangan. Ini penting untuk menyatukan guru-guru di Aceh Singkil,” ujarnya.

 

Momentum Penentu Arah Pendidikan Aceh Singkil

Konferensi XXIII PGRI ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan dunia pendidikan di daerah.

Sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia memiliki peran vital dalam:

  • Meningkatkan profesionalisme guru
  • Mengawal kebijakan pendidikan nasional dan daerah
  • Memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik
  • Menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan SDM

 

Dasar Hukum dan Peran Strategis PGRI

Peran PGRI sejalan dengan sejumlah regulasi penting, antara lain:

  • UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menegaskan guru sebagai tenaga profesional yang wajib terus meningkatkan kompetensi.
  • UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
  • PP No. 74 Tahun 2008 tentang Guru, yang mengatur hak, kewajiban, serta perlindungan profesi guru.

Melalui konferensi ini, diharapkan lahir pemimpin yang mampu menjawab tantangan pendidikan modern, termasuk digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas SDM guru, serta pemerataan akses pendidikan.

 

Penutup: Pertarungan Ide, Bukan Sekadar Jabatan

Konferensi XXIII PGRI Aceh Singkil dipastikan menjadi arena pertarungan ide dan gagasan, bukan sekadar perebutan kursi kekuasaan.

Dengan dukungan yang terus menguat, nama Zainal Abidin Simatupang kini menjadi sorotan utama. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan para peserta konferensi.

Satu hal yang pasti, masa depan pendidikan Aceh Singkil sedang dipertaruhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *