Scroll untuk baca artikel
Kota PekanbaruOrganisasiProvinsi RiauSosialita

Hj Intan Zahara Berpulang — Keluarga Besar Baserah Pekanbaru Berduka

×

Hj Intan Zahara Berpulang — Keluarga Besar Baserah Pekanbaru Berduka

Sebarkan artikel ini
Hj Intan Zahara Berpulang — Keluarga Besar Baserah Pekanbaru Berduka

PEKANBARU | DETAKKita.com — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Baserah di Pekanbaru. Hj. Intan Zahara Binti Gunting, sosok sepuh yang dikenal sebagai unyang, nenek, mamak, mak tuo, amai dan mak ngah dalam lingkungan keluarga, berpulang ke Rahmatullah pada Selasa, 29 September 2026, pukul 15.56 WIB.

Almarhumah yang merupakan ibu kandung Bapak Syafri Salisman tersebut mengembuskan napas terakhir di Pekanbaru dalam usia 97 tahun.

Kepergian Hj. Intan Zahara meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, khususnya sanak saudara asal Baserah yang selama ini berada dalam ikatan kekeluargaan di perantauan Pekanbaru.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah unyang, nenek, mamak, mak tuo, amai, mak ngah kita, Hj. Intan Zahara Binti Gunting. Semoga segala silaf, salah dan dosa almarhumah dapat dimaafkan dan semoga almarhumah berpulang dalam keadaan husnul khotimah,” demikian ungkapan duka yang disampaikan pihak keluarga.

Hj. Intan Zahara Binti Gunting lahir di Baserah, 2 Oktober 1928, dan meninggal dunia di Pekanbaru, 29 September 2026.

Prosesi pelepasan jenazah dilaksanakan dari kediaman almarhumah di Jalan Beringin, samping Polda Riau, Pekanbaru, pada Rabu (30/9/2026).

Suasana duka semakin terasa ketika Ketua Ikatan Keluarga Besar Baserah (IKBB) Pekanbaru, Aswandi, didampingi sejumlah pengurus lainnya, menyampaikan sambutan pelepasan almarhumah di hadapan keluarga dan para pelayat.

Dalam sambutannya, Aswandi menyampaikan rasa kehilangan sekaligus mengajak seluruh keluarga dan pelayat untuk mengiringi kepergian almarhumah dengan doa.

“Atas nama Ikatan Keluarga Besar Baserah Pekanbaru, kami turut berduka cita atas berpulangnya Hj. Intan Zahara Binti Gunting. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadahnya diterima,” ujar Aswandi.

Setelah pelepasan dari rumah duka, jenazah kemudian dibawa ke Masjid Akramunnas Universitas Riau (UNRI), Jalan Ronggowarsito, Pekanbaru, untuk dishalatkan.

Dari masjid, perjalanan terakhir Hj. Intan Zahara dilanjutkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kertama, Jalan Kartama, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Di tempat inilah jasad almarhumah akhirnya dimakamkan, mengakhiri perjalanan panjang kehidupan seorang perempuan yang lahir dan tumbuh dari Baserah, kemudian menjalani kehidupan hingga akhir hayatnya di Pekanbaru.

Kepergian Hj. Intan Zahara bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga inti. Bagi keluarga besar dan masyarakat Baserah di perantauan, kepergian sosok sepuh tersebut menjadi bagian dari perjalanan sebuah generasi yang meninggalkan kenangan, nasihat dan ikatan kekeluargaan.

Kini, yang tersisa adalah doa dan amal kebaikan yang pernah ditinggalkan.

Selamat jalan Hj. Intan Zahara Binti Gunting.

Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan kesalahan almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya serta mempertemukannya dengan orang-orang saleh.

Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga almarhumah husnul khotimah. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *