Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Rokan HilirProvinsi RiauSuara Kita

Isu Kesepakatan Jalan Dinilai Kamuflase, Massa Pastikan Aksi Jilid III Kepung Pinang GS Tetap Jalan

×

Isu Kesepakatan Jalan Dinilai Kamuflase, Massa Pastikan Aksi Jilid III Kepung Pinang GS Tetap Jalan

Sebarkan artikel ini
Isu Kesepakatan Jalan Dinilai Kamuflase, Massa Pastikan Aksi Jilid III Kepung Pinang GS Tetap Jalan

KUBA | DETAKKita.com Koordinator Umum (Kordum) bersama seluruh Koordinator Lapangan (Korlap) menegaskan aksi demonstrasi Jilid III ke Pinang GS tetap digelar Kamis, 8 Januari 2026. Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya isu bahwa PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah menyetujui pembangunan jalan di wilayah Kubu dan Kubu Babussalam (Kuba).

Pernyataan sikap tersebut disampaikan Selasa (6/1/2026) di Kubu Babussalam. Massa menilai isu kesepakatan pembangunan jalan itu sekadar manajemen konflik yang sengaja dilempar untuk melemahkan daya juang masyarakat dalam menuntut hak dasar berupa infrastruktur jalan yang layak.

Koordinator Umum Aksi Jilid III, Zamzami Unggal, menegaskan jika PHR benar-benar memiliki itikad baik, maka aksi 8 Januari 2026 justru menjadi panggung pembuktian komitmen, bukan alasan untuk membatalkan perlawanan rakyat.

“Isu kesepakatan ini tidak bisa dijadikan dasar untuk menghentikan aksi. Kami ingin bukti di lapangan, bukan janji di meja rapat,” tegas Zamzami Unggal yang juga Ketua GERAM (Gerakan Reaksi Menggugat).

Zamzami menegaskan beberapa poin sikap tegas massa aksi. Pertama, kesepakatan yang berlangsung pada 6 Januari 2026 di Polres Rohil antara SKK Migas, PT PHR, Kapolres Rohil, Dandim 0321 Rohil, Pemkab Rohil, DPRD Rohil, Camat Kubu, dan Camat Kuba tidak mewakili suara massa yang akan turun dalam Aksi Jilid III.

Kedua, aksi demonstrasi Jilid III ke Pinang GS tetap dilaksanakan sesuai Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang telah disampaikan kepada Polres Rohil.

Ketiga, segala bentuk keputusan dan negosiasi dengan pihak PHR hanya akan dilakukan langsung di lokasi aksi, bukan di balik pintu tertutup.

Keempat, massa memastikan aksi berjalan tertib, damai, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, namun tetap keras dalam tuntutan.

Aksi Jilid III ini menjadi bentuk tekanan nyata masyarakat Kubu dan Kuba agar pembangunan jalan tidak lagi berhenti pada wacana, melainkan direalisasikan secara konkret dan segera. Massa menegaskan, tanpa kejelasan dan aksi nyata, perlawanan tidak akan berhenti di Jilid III.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *