PEKANBARU | DETAKKita.com — Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby, kembali melempar pesan keras kepada masyarakat perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Riau. Ia meminta agar keberadaan Wisma Jalur tidak sekadar menjadi simbol, tetapi benar-benar dihidupkan sebagai pusat aktivitas dan penguatan ekonomi warga Kuansing di perantauan.
Pesan itu disampaikan Suhardiman saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan penguatan organisasi IKKS, Sabtu (14/3/2026) malam, di Hotel Grand Central, Pekanbaru. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa organisasi perantau memiliki peran strategis untuk membantu kemajuan daerah asal.
Menurut Suhardiman, IKKS bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi harus menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi.
“Perantau Kuansing harus tetap solid. Wisma Jalur harus kita hidupkan, jangan hanya menjadi bangunan. Jadikan itu pusat kegiatan, silaturahmi, bahkan penguatan ekonomi masyarakat Kuansing di perantauan,” tegas Suhardiman.
Ia menilai keberadaan komunitas perantau sangat penting sebagai jembatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat Kuansing yang tinggal di berbagai daerah. Melalui IKKS, komunikasi dan kolaborasi pembangunan dapat diperkuat.
Bupati yang dikenal dengan berbagai terobosan pembangunan itu juga menekankan bahwa perantau memiliki peran besar dalam mempromosikan potensi daerah, baik sektor budaya, pariwisata maupun investasi ekonomi.
“Perantau adalah duta daerah. Mereka bisa memperkenalkan budaya Kuansing, termasuk event budaya besar seperti Pacu Jalur, sekaligus membuka peluang investasi untuk kampung halaman,” ujarnya.
Suhardiman bahkan mendorong agar para perantau tidak ragu berinvestasi di Kuansing, mulai dari pembangunan sektor pariwisata hingga usaha kuliner dan perhotelan guna memperkuat ekonomi daerah.
Di sisi lain, kepengurusan IKKS Riau juga diharapkan mampu menjadi simpul kekuatan sosial masyarakat Kuansing di perantauan. Organisasi ini diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mampu menghadirkan program nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Suhardiman optimistis IKKS Riau dapat menjadi motor penggerak solidaritas perantau sekaligus penguat ekonomi Kuansing, baik di rantau maupun di kampung halaman.
“Kalau perantau bersatu, kampung halaman pasti ikut maju,” pungkasnya.






