PEKANBARU | DETAKKita.com — Ikatan Keluarga Besar Baserah (IKBB) Pekanbaru mulai memanaskan mesin konsolidasi. Agenda Halal Bi Halal (HBH) yang akan digelar pertengahan April 2026 dipastikan bukan sekadar seremoni biasa, melainkan momentum besar mempererat solidaritas Ughang Basogha di perantauan.
Keseriusan itu terlihat dalam rapat persiapan yang digelar di Ruang Rapat Muara Takus Kantor BPJN Riau, Sabtu (4/4/2026) yang lalu, dipimpin langsung oleh Ketua IKBB Pekanbaru, Aswandi, bersama jajaran pengurus dan tokoh-tokoh pembina.
Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris IKBB, Gafar, serta para pembina dan penasihat seperti Safrial Koyab, Ramalan Rauf, dan Endrianto Ustha. Sementara itu, panitia pelaksana dipercayakan kepada Rudisman sebagai Ketua dan Ramalis sebagai Bendahara. Tampak juga Tokoh Muda IKBB, Rudi Hartono, yang juga merupakan Kabag Pelayanan Dasar Biro Kesra Setda Riau.
Dari hasil rapat, disepakati Halal Bi Halal IKBB akan digelar di Aula Rektorat Lantai III Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Jl. Tuanku Tambusai Ujung, Kelurahan Delima, Kec. Binawidya (sebelumnya Tampan), Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (18/4/2026). Acara ini juga akan dirangkai dengan pelepasan serta pemberian cenderamata kepada Jemaah Calon Haji (JCH) asal Baserah yang berdomisili di Pekanbaru.
Ketua IKBB, Aswandi, menegaskan pentingnya kehadiran seluruh Ughang Basogha dalam kegiatan tersebut. Ia bahkan mengimbau agar masyarakat datang beramai-ramai, membawa seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali.
“Bao anak, cucuong, kamanaken, menantu, ughang samando. Supayo tali silaturahmi sasamo Ughang Basogha tetap terjaga dan berkekalan sepanjang hayat di kandung badan,” tegas Aswandi dengan penuh semangat, ketika di konfirmasi DETAKKita.com di Pekanbaru, Senin (6/4/2026).
Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh anggota yang memiliki kelapangan rezeki untuk turut berpartisipasi mendukung kelancaran acara secara sukarela.
“Bagi yang berkelapangan rezeki, sudilah kiranya menyumbang sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing. Insya Allah, kita akan dihibur dengan ghandei dan makanan khas kampung kito seperti puluik kucuong, lopek, dan kupuok sagu,” tambahnya.
Halal Bi Halal ini diproyeksikan menjadi ajang besar memperkuat identitas dan kekompakan Ughang Basogha di Pekanbaru. Tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang temu lintas generasi—dari anak cucu hingga para perantau lama—dalam satu ikatan budaya yang tetap hidup dan berdenyut.
Dengan persiapan yang semakin matang dan seruan kuat dari ketua IKBB, gelombang kehadiran dipastikan akan membludak. Kini, pertanyaannya: apakah Ughang Basogha siap menjawab panggilan pulang ke akar kebersamaan itu?






