Scroll untuk baca artikel
HukrimKota PekanbaruProvinsi RiauSuara Kita

Helm Raib di Parkiran RSIA Zainab Pekanbaru — Jukir Angkat Tangan! Pengunjung Geram: Keamanan Dipertanyakan

×

Helm Raib di Parkiran RSIA Zainab Pekanbaru — Jukir Angkat Tangan! Pengunjung Geram: Keamanan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Helm Raib di Parkiran RSIA Zainab Pekanbaru — Jukir Angkat Tangan! Pengunjung Geram: Keamanan Dipertanyakan

PEKANBARU | DETAKKita.com Aksi kehilangan kembali terjadi di area parkir luar RSIA Zainab Pekanbaru. Kali ini, seorang pengunjung bernama Wira harus menelan kekecewaan pahit setelah helm miliknya hilang tanpa jejak saat ia tengah membesuk kerabatnya, Senin (6/4/2026) malam.

Peristiwa itu bermula saat Wira datang bersama seorang teman wanitanya menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna hitam. Helm abu-abu miliknya ditinggalkan di motor yang diparkir di luar area rumah sakit. Namun, usai beberapa waktu berada di dalam, Wira dibuat terkejut saat kembali ke parkiran—helm yang sebelumnya terpasang rapi, tiba-tiba sudah raib.

“Saya benar-benar kaget. Tadi masih ada, tapi begitu keluar sudah hilang. Ini kan di area rumah sakit, harusnya aman,” ungkap Wira dengan nada kecewa kepada DETAKKita.com.

Tak tinggal diam, Wira pun mencoba meminta penjelasan kepada seorang petugas parkir yang berada di lokasi. Namun jawaban yang diterima justru menambah kekesalan.

“Saya cuma juru parkir, bang. Tidak bisa ngawasi semua,” ujar pria berpakaian rompi jukir tersebut dengan santai, seolah tak ada tanggung jawab atas kejadian itu.

Sikap acuh tak acuh dari petugas parkir tersebut dinilai mencerminkan lemahnya sistem pengamanan di area parkir, khususnya di fasilitas publik penting seperti rumah sakit. Padahal, tempat seperti ini seharusnya memberikan rasa aman bagi pengunjung yang tengah dalam kondisi darurat atau emosional.

Kejadian ini pun menjadi sorotan serius. Minimnya pengawasan di area parkir luar RSIA Zainab Pekanbaru dinilai membuka celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi dengan leluasa, terlebih di lokasi yang disebut-sebut relatif sepi pada malam hari.

Wira berharap pihak manajemen rumah sakit tidak menutup mata terhadap kejadian tersebut. Ia meminta adanya peningkatan sistem keamanan, baik melalui penambahan petugas, pemasangan CCTV, maupun pengelolaan parkir yang lebih profesional.

“Kalau memang tidak bisa diawasi, jangan setengah-setengah. Ini merugikan pengunjung. Kami datang menjenguk orang sakit, bukan mau kehilangan barang,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya kepolisian setempat, untuk turun tangan dan meningkatkan patroli di kawasan tersebut. Pasalnya, kondisi lingkungan sekitar yang cenderung sepi dinilai rawan menjadi sasaran tindak kriminal.

Peristiwa ini menjadi alarm keras—bahwa keamanan di fasilitas umum bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar yang tak boleh diabaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *