BASERAH | DETAKKita.com — Kepala Desa Dusun Tuo, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Itarto Haryono, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait dugaan aliran Dana Desa dan keterlibatan dua oknum kepala desa dalam usaha peron sawit RAMP KITA di Desa Situgal.
Dalam klarifikasi yang disampaikan kepada DETAKKita.com di Baserah, Kamis (26/2/2026) malam, Itarto menegaskan bahwa tuduhan yang menyeret namanya tidak benar, tidak faktual, dan cenderung mengarah pada fitnah yang merugikan nama baik serta reputasinya sebagai kepala desa.
“Bang, saya ingin mengklarifikasi bahwa tuduhan dan narasi yang Abang muat dalam pemberitaan tersebut adalah tidak benar, tidak faktual, dan cenderung mengarah pada fitnah yang merugikan nama baik saya,” tegas Itarto.
Tegaskan Bukan Pemilik Ramp
Sebelumnya, dalam pemberitaan berjudul “RAMP KITA Disorot! Diduga Tampung Sawit dari TNTN dan Lahan Terlarang—Dua Oknum Kades Terseret Aliran Dana Desa”, disebutkan adanya dugaan aliran dana desa ke peron buah sawit bernama RAMP KITA yang berada di Desa Situgal, Kecamatan Logas Tanah Darat (LTD). Bahkan, dua oknum kades, termasuk Kades Dusun Tuo, disebut-sebut terseret dalam isu tersebut.
Peron itu sendiri diduga menerima tandan buah segar (TBS) dari kawasan terlarang, termasuk Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), serta disebut berdiri di atas areal klaim HGU milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Menanggapi hal tersebut, Itarto membantah keras keterlibatannya dalam kepemilikan maupun pengelolaan RAMP KITA.
“Pertama, terkait kepemilikan Ramp di Desa Situgal. Perlu saya tegaskan bahwa saya bukan pemilik Ramp tersebut. Saya hanya memiliki hubungan pertemanan dengan pemiliknya. Terkait dugaan peron yang menerima tandan buah segar (TBS) dari kawasan terlarang, termasuk Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), serta disebut berdiri di atas areal klaim HGU milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) itu juga saya tidak tau karena bukan bidang saya menilai hal tersebut. Apabila ada isu terkait kepemilikan atau pengelolaan, seharusnya konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan sebagai pemilik resmi,” jelasnya.
Ia menegaskan tidak memiliki kewenangan maupun keterlibatan dalam operasional peron dimaksud.
“Saya tidak punya kewenangan dan tidak terlibat dalam pengelolaan Ramp itu,” tegasnya lagi.
Bantah Dugaan Dana Desa “Diputar”
Tak hanya soal kepemilikan, Itarto juga membantah keras narasi dugaan adanya aliran Dana Desa yang disebut-sebut “diputar” di usaha peron tersebut.
“Kedua, terkait narasi mengenai dugaan aliran Dana Desa yang disebut-sebut ‘diputar’ di Ramp tersebut. Tuduhan itu otomatis tidak berdasar, karena saya bukan pemilik maupun pihak yang terlibat dalam operasional Ramp tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, pengaitan namanya dalam isu tersebut adalah keliru dan tidak memiliki dasar fakta yang jelas.
“Dengan demikian, pengaitan nama saya dalam isu tersebut adalah keliru dan tidak memiliki dasar fakta yang jelas,” tambahnya.
Minta Ralat dan Koreksi
Atas pemberitaan yang telah beredar luas, Itarto meminta agar dilakukan ralat dan klarifikasi demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.
“Oleh karena itu, saya meminta dengan itikad baik agar segera dilakukan ralat, koreksi, dan klarifikasi atas pemberitaan tersebut. Pemberitaan yang tidak benar ini telah merugikan nama baik serta reputasi saya,” pintanya.
Proses Hukum Tetap Dinanti
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Desa Situgal mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan penerimaan buah sawit dari kawasan hutan dan dugaan penyalahgunaan Dana Desa. Sejumlah regulasi bahkan disebut berpotensi menjerat pihak-pihak yang terbukti melanggar, mulai dari Undang-Undang Kehutanan hingga Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
Kini, dengan adanya klarifikasi resmi dari Kades Dusun Tuo, publik Kuansing menanti langkah lanjutan aparat penegak hukum untuk mengurai fakta secara terang dan objektif.
Apakah isu dugaan tersebut akan terbukti atau justru menjadi polemik akibat informasi yang tak terverifikasi?
DETAKKita.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini secara berimbang, tajam, dan tegas.





