Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiProvinsi RiauReligiSosok

Sejarah Baru di Kuansing! Pacu Jalur Disatukan dengan HAB, Gebrakan Perdana Era Suhardiman–Muklisin

×

Sejarah Baru di Kuansing! Pacu Jalur Disatukan dengan HAB, Gebrakan Perdana Era Suhardiman–Muklisin

Sebarkan artikel ini
Sejarah Baru di Kuansing! Pacu Jalur Disatukan dengan HAB, Gebrakan Perdana Era Suhardiman–Muklisin

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) kembali mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, tradisi budaya kebanggaan masyarakat Kuansing, Pacu Jalur, dikolaborasikan secara resmi dengan peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) RI. Gebrakan ini lahir di bawah kepemimpinan Bupati Kuansing H. Suhardiman Amby bersama Wakil Bupati (Wabup) H. Muklisin pada tahun 2025, dan dijadwalkan akan digelar megah pada 2 Januari 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Kolaborasi tersebut dinilai sebagai langkah berani dan visioner, menyatukan nilai religius dengan kearifan lokal dalam satu panggung besar yang sarat makna. Tidak hanya menjadi seremoni peringatan HAB, kegiatan ini juga diproyeksikan sebagai pengungkit ekonomi rakyat sekaligus penguat identitas budaya Kuansing di tingkat regional hingga nasional.

Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, menegaskan bahwa kolaborasi Pacu Jalur dan HAB merupakan simbol harmoni antara budaya dan nilai keagamaan yang selama ini hidup berdampingan di tengah masyarakat Kuansing.

“Ini bukan sekadar event seremonial. Pacu Jalur adalah jati diri orang Kuansing, sementara Hari Amal Bhakti adalah momentum refleksi nilai pengabdian. Kita satukan keduanya agar pesan moral, budaya, dan religius bisa dirasakan bersama oleh masyarakat,” ujar Suhardiman Amby saat ditemui Sabtu (13/12/2025) di Teluk Kuantan.

Menurutnya, penyelenggaraan Pacu Jalur dalam rangka HAB juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya, sekaligus menghadirkan inovasi tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang telah mengakar.

“Di bawah kepemimpinan kami bersama Wakil Bupati Pak Muklisin, kita ingin setiap peringatan besar tidak hanya bermakna seremonial, tetapi juga memberi dampak ekonomi, sosial, dan kebanggaan bagi masyarakat Kuansing,” tegasnya.

Suhardiman menambahkan, Tepian Narosa kembali dipilih sebagai lokasi utama karena menjadi ikon Pacu Jalur sekaligus pusat berkumpulnya masyarakat saat event besar digelar.

Rencananya, Pacu Jalur HAB 2026 akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Kementerian Agama (Kemenag), Pemerintah Daerah (Pemda), tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat luas. Pemerintah Kabupaten Kuansing optimistis kegiatan ini akan menjadi magnet wisata baru di awal tahun 2026.

Dengan kolaborasi perdana ini, Kuansing bukan hanya merayakan tradisi dan hari besar keagamaan, tetapi juga menegaskan diri sebagai daerah yang mampu memadukan budaya, iman, dan kemajuan dalam satu tarikan dayung Pacu Jalur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *