Scroll untuk baca artikel

Tim Gabungan Masih di Lokasi Kejadian! Ini Penjelasan Kasat Pol PP PKP Kuansing

×

Tim Gabungan Masih di Lokasi Kejadian! Ini Penjelasan Kasat Pol PP PKP Kuansing

Sebarkan artikel ini

PANGEAN | DETAKKita.com Satuan Polisi Pamong Praja Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Satpol PP PKP) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) bersama seluruh stakeholder termasuk Tim Basarnas Pekanbaru masih terus melakukan pencarian dan standby di lokasi kejadian seorang remaja diduga tenggelam karena terseret arus air di Bendungan Pangean Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Dimana pencarian ini akan terus dilanjutkan sampai ditemukannya jazad seorang remaja yang tenggelam diperkirakan sejak Senin (01/05/2023) sore di Bendungan Pangean.

Hal itu diutarakan Kasat Pol PP PKP Kuansing, Shanti Evi Dimeti SH kepada DETAKKita.com, Selasa (02/05/2023) sekira pukul 01.00 WIB melalui sambungan sellulernya.

Menurut Kasat Pol PP PKP Kuansing, Shanti Evi Dimeti sesuai perintah Plt Bupati Kuansing, Drs H Suhardiman Amby Ak MM pencarian harus terus dilakukan sesuai SOP yang lokasi.

“Untuk laporan terbaru akan terus kita lakukan perkembangannya kepada pimpinan, yakni pak Bupati Suhardiman Amby Datuk Panglimo Dalam, dimana ini instruksi langsung pak Bupati agar pencarian tetap dilanjutkan sampai jazad remaja tersebut ditemukan, dan pelaporan akan terus menerus dilaporkan,” ujarnya.

Disampaikan Kasat Pol PP PKP Kuansing, bahwa saat ini Tim Penyelamat Pos Damkar Kuantan Hilir, Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Kuansing serta Tim Basarnas Pekanbaru masih bersiaga di lokasi kejadian.

“Saat ini TRC Satpol PP yang telah bergabung dengan Tim Penyelamatan Non Kebakaran Damkar bersama stakeholder masih tetap di lokasi dalam rangka percepatan misi penyelamatan dan atau pencarian,” tukasnya.

Shanti Evi Dimeti yang juga merupakan Ketua KB FKPPI 0411 Kuansing itu menegaskan, bahwa tim yang berada dibawah OPD yang ia pimpin masih melakukan upaya pencarian sesuai SOP yang berlaku.

“Saat ini masih dilakukan upaya pencarian korban dengan cara membuat ombak di lokasi lokasi tertentu, termasuk melakukan pencarian di bawah pintu air bendungan melalui penyusuran darat dengan menggunakan kayu pengait,” jelasnya.

“Mudah mudahan upaya ini segera membuahkan hasil, dan cuaca serta kondisi air tetap stabil, sehingga proses pencarian tidak terlalu sulit tentunya,” tandas Shanti Evi Dimeti.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *