Scroll untuk baca artikel
DPRD Kuantan SingingiKabupaten Kuantan SingingiPeristiwaProvinsi Riau

Tak Kenal Lelah! Syamsiri Indra Turun Langsung Susuri Sungai Kuantan — Bocah 4 Tahunan Hilang Belum Ditemukan

×

Tak Kenal Lelah! Syamsiri Indra Turun Langsung Susuri Sungai Kuantan — Bocah 4 Tahunan Hilang Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Tak Kenal Lelah! Syamsiri Indra Turun Langsung Susuri Sungai Kuantan — Bocah 4 Tahunan Hilang Belum Ditemukan

CERENTI | DETAKKita.com Perjuangan tanpa henti terus dilakukan. Di tengah derasnya arus dan keruhnya air Sungai Kuantan, sosok anggota DPRD Kuansing dari Fraksi Demokrat, Syamsiri Indra, turun langsung berjibaku bersama tim gabungan mencari bocah malang yang hilang tenggelam.

Peristiwa memilukan itu terjadi di Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Korban diketahui bernama Rayendra (4,5 tahun), anak dari pasangan Nelmawati dan Azman Hardi.

Hingga Minggu (5/4/2026), pencarian belum membuahkan hasil. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kuansing, Damkar, Basarnas, TNI, Polri, Forkopimcam hingga pemerintah desa se-Kecamatan Cerenti terus melakukan penyisiran intensif.

Bahkan, upaya pencarian tak hanya difokuskan di lokasi awal, namun diperluas dengan menyusuri aliran Sungai Kuantan hingga ke wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Syamsiri Indra yang berada langsung di lokasi tampak ikut memantau sekaligus memberi semangat kepada tim di lapangan. Ia menegaskan bahwa pencarian harus dilakukan secara maksimal tanpa mengenal waktu.

“Ini bukan sekadar tugas, ini panggilan kemanusiaan. Kita tidak boleh menyerah sebelum ada kepastian. Saya minta seluruh tim tetap solid dan mengerahkan seluruh kemampuan yang ada,” tegas Syamsiri Indra di lokasi pencarian.

Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban, seraya berharap keajaiban masih bisa terjadi di tengah kondisi alam yang cukup ekstrem.

Sementara itu, Dansatgas PB BPBD Kuansing, Boy Desrizal, membenarkan bahwa kendala utama di lapangan adalah kondisi air sungai yang keruh serta arus yang cukup deras akibat meningkatnya debit air.

“Memang kondisi sangat menyulitkan. Namun tim tetap bekerja maksimal dengan berbagai metode pencarian, termasuk penyisiran manual hingga ke hilir,” jelas Boy Desrizal.

Di sisi lain, Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak kecil di sekitar aliran sungai.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bahwa Sungai Kuantan, di balik manfaatnya, juga menyimpan potensi bahaya yang mengintai kapan saja.

Pencarian masih terus berlangsung. Harapan belum padam, namun waktu terus berjalan. Semua mata kini tertuju pada Sungai Kuantan—menanti kabar yang dinanti, di tengah kecemasan yang kian mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *