BATU BARA | DETAKKita.com — Lemahnya penegakan aturan kembali terkuak. PT Tunas Pilar Sejahtera (TPS), perusahaan Batching Plant yang beroperasi di Dusun X Desa Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, diduga masih beroperasi meski tanpa izin lengkap dan mengabaikan surat resmi penghentian operasi.
Fakta di lapangan menunjukkan, perusahaan tersebut belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), izin lingkungan, maupun izin operasional. Ironisnya, aktivitas produksi beton tetap berjalan seolah kebal hukum.
Kabid Tata Ruang Dinas PUTR Batubara, Ardi Zikri, mengungkapkan bahwa lokasi Batching Plant tersebut masih berada di kawasan pemukiman pedesaan dan belum keluar dari zona tata ruang.
“Lokasi itu dekat pemukiman. Mereka pernah mengajukan usulan keluar dari tata ruang, tapi kami kembalikan karena dokumen kepemilikan atau sewa lahan tidak lengkap,” tegas Ardi saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Ardi juga memastikan, izin operasional perusahaan tersebut belum terbit. “Kalau izin operasional, itu di DPMPTSP. Setahu kami, belum ada,” ujarnya.
Pernyataan itu diperkuat Kabid Perizinan DPMPTSP Batubara, Pajrin, yang menegaskan bahwa DPMPTSP belum pernah menerbitkan izin operasional untuk PT Tunas Pilar Sejahtera.
“Berkas mereka belum lengkap dan tidak pernah dilanjutkan. Kami juga tidak tahu kalau sudah beroperasi. Kalau benar berjalan, tentu kami laporkan ke pimpinan,” katanya.
Padahal, DPMPTSP Batubara sudah menerbitkan Surat Penghentian Sementara Operasi bernomor 500.16.7/1268 tertanggal 31 Oktober 2025, yang ditandatangani Kepala DPMPTSP saat itu, Dr. Mei Linda Sunyanti Lubis. Namun, surat resmi tersebut diduga tak digubris.
Ardi Zikri menegaskan, tanpa izin lengkap, kegiatan produksi beton dinyatakan tidak sah dan berpotensi dikenai sanksi hingga penghentian total operasi.
Kini publik mempertanyakan: mengapa perusahaan tanpa izin masih bebas beroperasi? Apakah surat penghentian hanya sekadar formalitas tanpa taring penindakan? DETAKKita.com akan terus mengawal persoalan ini.





