Scroll untuk baca artikel
Kota PontianakProvinsi Kalimantan Barat

GEMPUR JUDI PONTIANAK! Prof Sutan Nasomal Desak Kapolda Turun Tangan, Jangan Ada Oknum Main Mata

×

GEMPUR JUDI PONTIANAK! Prof Sutan Nasomal Desak Kapolda Turun Tangan, Jangan Ada Oknum Main Mata

Sebarkan artikel ini
GEMPUR JUDI PONTIANAK! Prof Sutan Nasomal Desak Kapolda Turun Tangan, Jangan Ada Oknum Main Mata

PONTIANAK | DETAKKita.com Praktik perjudian di Kota Pontianak kembali jadi sorotan tajam. Prof Dr KH Sutan Nasomal SH MH secara terbuka mendesak Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pol Pipit Rismanto agar segera memerintahkan Kapolresta Pontianak mengusut dan membongkar tuntas rumah-rumah judi yang diduga masih beroperasi.

Pernyataan keras itu disampaikan Prof Sutan Nasomal kepada media, Senin (9/1/2026) lalu. Ia menilai aktivitas perjudian di Pontianak bukan lagi persoalan biasa, melainkan sudah masuk kategori darurat sosial.

“Judi ini sudah merusak sendi kehidupan masyarakat. Banyak keluarga hancur, anak-anak dan remaja terjebak, ekonomi rumah tangga ambruk karena lilitan utang,” tegas Prof Sutan.

Tak hanya meminta penindakan terhadap pemain dan bandar, Prof Sutan juga menyoroti kemungkinan adanya oknum yang diduga melindungi praktik ilegal tersebut.

“Kalau ada oknum yang membekingi, harus ditindak tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Pontianak tidak boleh jadi surga judi,” katanya lugas.

Sejauh ini, Polda Kalbar memang telah melakukan sejumlah penggerebekan, termasuk di wilayah Pontianak Timur. Beberapa pelaku berhasil diamankan. Namun, menurut Prof Sutan, langkah itu belum cukup jika praktik serupa masih terus bermunculan.

“Artinya ada yang belum tuntas. Evaluasi total kinerja penyidik. Jangan ada laporan masyarakat yang diabaikan,” sentilnya.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto sebelumnya telah menyatakan komitmen memberantas judi, termasuk judi online. Ia juga meminta masyarakat aktif melapor jika mengetahui adanya praktik perjudian.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak AKBP Sigit Ady Wibowo menyatakan siap menindaklanjuti perintah pimpinan.

“Kami akan lakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap segala bentuk perjudian di Pontianak. Tidak ada toleransi,” ujarnya.

Desakan juga datang dari masyarakat. Seorang warga Pontianak yang enggan disebut namanya berharap aparat bertindak lebih tegas.

“Kami takut anak-anak ikut terpengaruh. Jangan sampai masa depan mereka rusak gara-gara judi yang dibiarkan,” ungkapnya.

LBH “Prof” Sutan Nasional turut meminta aparat penegak hukum bersikap transparan dan profesional dalam menangani kasus ini. Mereka menegaskan, pemberantasan judi harus menyentuh akar persoalan, bukan sekadar operasi sesaat.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal masa depan generasi. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa lebih luas dan berbahaya,” tutup Prof Sutan.

Kini publik menunggu langkah nyata. Akankah Pontianak benar-benar bersih dari praktik judi, atau justru terus menjadi ladang empuk bagi para bandar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *