KAMPAR | DETAKKita.com — Ratusan siswa SMA Negeri 1 Tambang, Kabupaten Kampar, dibuat “tergugah” saat Anggota MPR RI dari DPD RI dapil Riau, H. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si turun langsung memberikan suntikan nilai-nilai kebangsaan, Kamis (12/3/2026).
Mengusung tema penguatan kesadaran berbangsa, kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini berlangsung penuh antusias. Kehadiran senator disambut hangat oleh kepala sekolah, majelis guru, hingga ratusan pelajar yang memadati lokasi acara.
Empat Pilar yang disampaikan mencakup Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat persatuan bangsa.
Kepala SMA N 1 Tambang, Drs. Khairullah, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Abdul Hamid yang memilih sekolah tersebut sebagai lokasi sosialisasi.
“Terima kasih atas kehadiran bapak senator. Kami berharap siswa dapat menyerap dan menghayati nilai-nilai 4 Pilar ini sebagai bekal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Tak sekadar menyampaikan materi, Abdul Hamid juga secara tegas mengingatkan adanya ancaman nyata terhadap kehidupan berbangsa. Ia mengungkap lima tantangan besar yang masih menghantui Indonesia, merujuk pada TAP MPR No. VI Tahun 2001.
“Mulai dari lemahnya penghayatan ajaran agama, munculnya fanatisme kedaerahan, rendahnya penghargaan terhadap keberagaman, krisis keteladanan pemimpin, hingga penegakan hukum yang belum optimal,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran vital dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, 4 Pilar Kebangsaan harus menjadi pedoman hidup, bukan sekadar hafalan.
“NKRI adalah harga mati. Dan adik-adik semua adalah generasi yang akan menentukan arah bangsa ini ke depan,” katanya lantang.
Dalam kesempatan itu, Abdul Hamid juga memotivasi para siswa agar tetap semangat menuntut ilmu meskipun di tengah bulan Ramadan.
“Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk lemah. Di era modern ini, akses informasi terbuka luas. Yang dibutuhkan hanya kemauan dan semangat belajar,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari MPR RI, pembagian sertifikat kepada peserta, serta sesi foto bersama yang menambah semarak suasana.
Sosialisasi ini tak hanya menjadi agenda formal, namun juga momentum penting dalam membangun kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda.






