TELUK KUANTAN | DETAKKita.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) memastikan Safari Ramadhan 1447 H/2026 M tetap digelar meski harus dipadatkan menjadi lima titik kegiatan. Langkah ini diambil sebagai bentuk penyesuaian anggaran di tengah kebijakan efisiensi belanja yang berlangsung secara menyeluruh di Indonesia.
Kegiatan perdana akan dimulai pada 8 Maret 2026 di Masjid Nurul Hazanah, Desa Kampung Baru Ibul, Kecamatan Pucuk Rantau. Agenda tersebut dijadwalkan dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Kuansing.
Kabag Kesra Setda Kuansing, Fiskal Dermawan, menegaskan bahwa pengurangan jumlah titik tidak mengurangi makna Safari Ramadhan sebagai sarana silaturahmi dan penyampaian aspirasi masyarakat.
“Dimulai dari Pucuk Rantau, Masjid Nurul Hazanah Desa Kampung Baru Ibul, dihadiri Pak Wakil Bupati tanggal 8 Maret 2026,” ujar Fiskal kepada DETAKKita.com di Teluk Kuantan, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, tahun ini pelaksanaan Safari Ramadhan difokuskan di lima lokasi strategis sebagai bagian dari penyesuaian anggaran daerah.
“Tahun ini kita laksanakan di lima titik saja. Ini bentuk penyesuaian di tengah efisiensi anggaran secara menyeluruh. Namun kegiatan tetap berjalan maksimal dan menyentuh masyarakat,” tegasnya.
Adapun lima titik pelaksanaan Safari Ramadhan Pemkab Kuansing tahun 2026 yakni:
1. 8 Maret 2026 – Masjid Nurul Hazanah, Desa Kampung Baru Ibul, Kecamatan Pucuk Rantau.
2. 9 Maret 2026 – Pondok Pesantren Imam Saleh, Kecamatan Inuman.
3. 10 Maret 2026 – Desa Muara Bahan, Kecamatan Singingi Hilir.
4. 11 Maret 2026 – Masjid Taqwa, Kecamatan Benai.
5. 12 Maret 2026 – Masjid Ar-Ridho, Desa Geringging Baru, Kecamatan Sentajo Raya.
Fiskal juga menambahkan, agenda Safari Ramadhan akan dihadiri secara bersamaan maupun bergantian oleh Bupati dan Wakil Bupati Kuansing, menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan.
“Bupati dan Wakil Bupati akan hadir secara bergantian bahkan bisa bersamaan, tergantung situasi dan kondisi. Prinsipnya, pemerintah daerah tetap hadir di tengah masyarakat,” jelas Fiskal.
Ia menegaskan, meski jumlah titik dipadatkan, esensi kegiatan tetap terjaga: mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat, serta memastikan kebijakan daerah tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Pemkab Kuansing juga mengingatkan bahwa jadwal bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika yang ada.






