JAKARTA | DETAKKita.com — Ketegangan global memuncak. Konflik panas antara Iran dan Israel yang telah berlangsung selama sebulan terakhir kini disebut-sebut berada di ambang eskalasi paling mengerikan dalam sejarah modern: perang nuklir.
Pakar Hukum Pidana Internasional, Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, melontarkan peringatan keras. Ia menyebut langkah Amerika Serikat yang terlibat dalam konflik ini ibarat “mengirim pasukan ke gerbang kematian sendiri”.
“Ini bukan lagi perang biasa. Arah konflik sudah mengarah pada perang besar dengan potensi penggunaan nuklir, baik semi maupun penuh. Dunia sedang berdiri di ujung jurang,” tegas Prof Sutan dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, intensitas baku tembak antara Iran dan Israel yang terus meningkat telah menciptakan ketegangan global yang terasa hingga ke seluruh penjuru dunia. Bahkan, ia mengklaim bahwa serangan balasan Iran telah memberikan dampak signifikan terhadap Israel.
“Israel saya perkirakan sudah mengalami kerusakan hingga 70 persen akibat serangan rudal Iran. Tidak ada tempat yang benar-benar aman, bahkan bunker sekalipun,” ungkapnya.
Lebih jauh, Prof Sutan menilai keterlibatan Amerika telah mengubah peta konflik menjadi jauh lebih berbahaya. Ia menyebut pergerakan puluhan ribu pasukan elite Amerika menuju kawasan konflik sebagai sinyal dimulainya potensi perang darat berskala besar.
Namun, di balik itu semua, ia melihat Iran justru menunjukkan ketenangan yang mencurigakan.
“Iran tidak panik. Itu artinya ada kekuatan besar yang disiapkan. Teknologi perang mereka tidak bisa dianggap remeh. Mesin-mesin perang canggih yang selama ini ‘tidur’ kemungkinan sudah mulai diaktifkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan kemungkinan skenario perang yang lebih luas dan brutal, termasuk upaya melumpuhkan sistem global.
“Bukan hanya serangan militer. Sumber air di Timur Tengah bisa dihancurkan, kabel internet bawah laut bisa diputus. Ini akan melumpuhkan komunikasi dan kekuatan militer Amerika serta Israel secara total,” jelasnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, menurut Prof Sutan, negara-negara pemilik senjata nuklir kini disebut mulai “menghitung waktu” untuk terlibat dalam konflik terbuka.
“Amerika seperti membuka katup kekuatan nuklir dunia. Jika ini benar-benar terjadi, ribuan hulu ledak bisa dilepaskan. Dampaknya tidak bisa dibayangkan—kehancuran total,” ujarnya tegas.
Dalam pernyataannya, Prof Sutan juga menyerukan langkah global untuk menghentikan potensi bencana tersebut.
“Hanya ada satu jalan, Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika harus bersatu menghentikan Amerika agar tidak menciptakan perang terburuk dalam sejarah manusia,” serunya.
Tak hanya itu, ia juga secara khusus mengingatkan Presiden Republik Indonesia, Jenderal Haji Prabowo Subianto, untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan terburuk.
“Saya harapkan Presiden tidak lengah. Kita harus bersiap, memperkuat pertahanan, dan mengamankan NKRI. Seperti pisau tumpul, harus diasah agar siap menghadapi ancaman,” tegasnya.
Sebagai penutup, Prof Sutan menegaskan bahwa situasi global saat ini tidak bisa dianggap remeh. Ia bersama masyarakat Indonesia berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis demi menjaga keselamatan bangsa.
“Kita semua berdoa untuk keselamatan Indonesia dan dunia. Semoga keputusan cepat dan tepat bisa diambil demi mencegah kehancuran besar,” pungkasnya.
Konflik Iran-Israel kini bukan lagi sekadar perang regional. Jika prediksi ini menjadi kenyataan, dunia bisa memasuki babak paling gelap dalam sejarah umat manusia. Ketegangan terus meningkat—dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit.






