CERENTI | DETAKKita.com — Suasana mencekam menyelimuti bantaran Sungai Kuantan, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Hingga hari kedua (H2), tim gabungan masih berjibaku melakukan pencarian terhadap seorang bocah bernama Rayendra (4,5 tahun) yang dilaporkan tenggelam di arus sungai yang keruh dan deras serta terjadinya peningkatan debit air sungai.
Anak dari pasangan Nelmawati dan Azman Hardi itu diduga hilang terseret arus, memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur lintas instansi.
Di lokasi pencarian, Dansatgas PB BPBD Kuansing, Boy Desrizal, menegaskan bahwa upaya pencarian terus dimaksimalkan tanpa henti, sebagaimana perintah Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby demi kemanusiaan.
“Memasuki hari kedua ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kuansing, Basarnas, Damkar, TNI dan Polri masih terus melakukan pencarian secara intensif. Kita fokus menyisir sepanjang aliran sungai dengan berbagai metode,” ujar Boy Desrizal langsung dari lokasi, Sabtu (4/4/2026) sore.
Tak hanya penyisiran manual, tim juga mengerahkan teknologi canggih berupa Aqua Eye—alat pendeteksi bawah air berbasis sonar yang mampu mendeteksi objek hingga kedalaman 50 meter.
“Alat Aqua Eye ini sangat membantu. Dengan sensor sonar, kita bisa mendeteksi kemungkinan posisi korban di dalam air, terutama di titik-titik yang sulit dijangkau penyelam,” jelasnya tegas.
Meski demikian, kondisi air yang keruh dan arus sungai yang cukup deras serta terjadinya peningkatan debit air sungai menjadi tantangan besar dalam proses pencarian. Tim harus bekerja ekstra hati-hati untuk memastikan keselamatan sekaligus efektivitas pencarian.
Di tengah situasi yang menyayat hati ini, Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, turut menyampaikan himbauan keras kepada masyarakat.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di sekitar sungai. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan bahaya laten sungai, terutama bagi anak-anak. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan harapan korban segera ditemukan.






