TELUK KUANTAN | DETAKKita.com — Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby, menegaskan komitmennya menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia berharap, dengan keberadaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kuansing ke depan mampu menjadi lumbung pangan sekaligus daerah swasembada pangan di Provinsi Riau.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh orang nomor satu di Kuansing itu saat menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus KTNA Kabupaten Kuansing Periode 2025–2030, yang digelar di Desa Pulau Baru Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Senin (29/12/2025) siang.
“KTNA ini bukan sekadar organisasi, tapi harus menjadi motor penggerak pertanian Kuansing. Saya ingin petani kita mandiri, kuat, dan mampu menjadikan Kuansing sebagai lumbung pangan yang sesungguhnya,” tegas Bupati H. Suhardiman Amby dalam sambutannya.
Menurut Suhardiman, KTNA memiliki peran strategis sebagai jembatan antara petani, nelayan, dan pemerintah. Melalui wadah ini, berbagai persoalan lapangan dapat disampaikan langsung, sekaligus menjadi ruang berbagi inovasi dan pengalaman untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani dan nelayan.
“Pemerintah daerah siap bersinergi. Tapi kuncinya ada di KTNA, bagaimana organisasi ini aktif, solid, dan benar-benar berpihak pada kepentingan petani dan nelayan,” ujarnya lugas.
KTNA sendiri merupakan organisasi independen yang menjadi wadah perjuangan, komunikasi, dan koordinasi petani serta nelayan di Indonesia. Organisasi ini berfokus pada pengembangan agribisnis, promosi produk unggulan daerah, hingga peningkatan kemandirian anggota melalui berbagai agenda strategis seperti Pekan Daerah (PEDA) dan Rembug Utama.
Pengukuhan pengurus KTNA Kuansing ini turut dihadiri Anggota DPRD Kuansing, Effendi SM, Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Ketahanan Pangan (TPHKP) Kuansing, Deflides Gusni, Kabag Umum Setda Kuansing, Deswan Antoni, sejumlah pejabat daerah, Camat Kuantan Tengah Eka Putra, para kepala desa, BPD se-Kecamatan Kuantan Tengah, serta unsur terkait lainnya.
Bupati Suhardiman Amby berharap, pengurus KTNA yang baru dikukuhkan mampu bekerja nyata di lapangan, tidak hanya seremonial, dan benar-benar membawa perubahan bagi wajah pertanian Kuansing.
“Kalau petani sejahtera, ekonomi daerah pasti bergerak. KTNA harus jadi garda terdepan,” pungkasnya.






