Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiProvinsi Riau

Bongkar Potensi Rp240 Miliar! Suhardiman Amby Tegas: ASN Kuansing Harus Produktif—Jangan Bergantung Dana Pusat!

×

Bongkar Potensi Rp240 Miliar! Suhardiman Amby Tegas: ASN Kuansing Harus Produktif—Jangan Bergantung Dana Pusat!

Sebarkan artikel ini
Bongkar Potensi Rp240 Miliar! Suhardiman Amby Tegas: ASN Kuansing Harus Produktif—Jangan Bergantung Dana Pusat!

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, melontarkan pernyataan tegas soal arah masa depan daerah. Ia menegaskan, Kuansing tidak boleh terus bergantung pada dana pusat jika ingin menjadi daerah mandiri dan maju.

Hal itu disampaikan saat membuka Musrenbang RKPD 2026, Senin (30/3/2026). Menurutnya, kunci utama ada pada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang harus produktif dan inovatif, bukan sekadar menjalankan rutinitas.

“Untuk mewujudkan Kuansing yang mandiri, kita butuh ASN yang produktif dan inovatif, bukan hanya bekerja biasa-biasa saja,” tegas Suhardiman Amby.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kekuatan kebersamaan. Pembangunan, kata dia, tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat melalui semangat gotong royong.

Dalam pemaparannya, Bupati bahkan membongkar potensi besar dari sektor kelapa sawit yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Sudah kita hitung, jika produksi kelapa sawit di Kuansing dapat menyumbang Rp20 per kilogram saja, maka diperkirakan bisa terkumpul sekitar Rp240 miliar per tahun,” ungkapnya.

Angka fantastis tersebut, lanjutnya, bisa menjadi kekuatan baru bagi Kuansing untuk lepas dari ketergantungan anggaran pusat—asal dikelola dengan serius dan transparan.

Namun, ia mengingatkan, potensi besar itu tidak akan berarti tanpa kekompakan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Dengan kekompakan Forkopimda, sekitar 3.000 usulan pembangunan setiap tahunnya bisa kita eksekusi secara bertahap,” tegasnya lagi.

Untuk itu, Suhardiman Amby langsung memberi instruksi tegas kepada Sekretaris Daerah dan jajaran terkait agar memperkuat komunikasi lintas lembaga.

Ia meminta Sekda bersama Kepala Badan Kesbangpol terus menjalin komunikasi intensif dengan Forkopimda, sekaligus mencari terobosan regulasi yang tepat tanpa menabrak aturan hukum.

“Saya minta Sekda dan Kadis Kesbangpol membangun komunikasi yang baik dengan Forkopimda, serta mencari regulasi yang tepat dan tidak melanggar hukum. Dengan begitu, Kuansing bisa berdiri sejajar dengan daerah lain yang lebih dahulu maju,” tutupnya.

Pesan ini menjadi sinyal keras: era bergantung pada pusat harus diakhiri—Kuansing dituntut bangkit dengan kekuatan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *