Scroll untuk baca artikel
JakartaOrmas

Akhiri Serakahnomics, Bangun Ekonomi Berkeadilan: Seruan Keras dari Ketua Umum EN-LMND

×

Akhiri Serakahnomics, Bangun Ekonomi Berkeadilan: Seruan Keras dari Ketua Umum EN-LMND

Sebarkan artikel ini
Akhiri Serakahnomics, Bangun Ekonomi Berkeadilan: Seruan Keras dari Ketua Umum EN-LMND

JAKARTA | DETAKKita.com Gagasan untuk membangun Indonesia dari akar persoalannya kembali mengemuka. Ketua Umum EN-LMND, Muh. Isnain Mukadar, menegaskan bahwa kemiskinan di Indonesia bukan sekadar akibat kurangnya pendidikan atau minimnya kesempatan, melainkan buah dari sistem ekonomi yang timpang dan tidak berpihak pada rakyat. Sistem itu ia sebut sebagai Serakahnomics — tatanan ekonomi yang tumbuh dari keserakahan struktural dan menguntungkan segelintir elite, Rabu (26/11/25).

Menurut Isnain, Serakahnomics bukan hanya soal individu yang rakus, tetapi sebuah pola yang menggurita dalam tubuh ekonomi nasional.

“Ia hidup dalam praktik rente, tumbuh di balik kartel yang mengendalikan harga kebutuhan pokok, dan merampas keuntungan dari sumber daya alam untuk segelintir orang,” tegasnya.

Dalam kondisi seperti ini, rakyat kecil dipaksa hanya menjadi penonton. Ketimpangan dianggap hal yang lumrah, padahal justru struktur ekonomi itulah yang terus memproduksi kemiskinan secara sistematis.

Isnain menyebut, selama pemerintah hanya mengobati gejala kemiskinan tanpa memutus akar persoalan, siklus ketidakadilan akan terus berulang.

Ia menguraikan langkah-langkah untuk mengakhiri Serakahnomics, antara lain:

• Menghapus monopoli akses pangan dan kebutuhan pokok

• Menindak tegas penguasa rente

• Mengembalikan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat banyak

• Membuat kebijakan anggaran yang berpihak pada kesejahteraan publik

• Memperkuat ekonomi rakyat sebagai fondasi kedaulatan ekonomi nasional

Namun, Isnain mengakui bahwa membongkar sistem yang telah bercokol puluhan tahun bukan perkara mudah. Diperlukan keberanian politik, kekuatan moral, dan kesadaran kolektif untuk melawan kepentingan besar yang selama ini mengendalikan arah pembangunan.

“Indonesia ini kaya. Yang miskin bukan kemampuan kita, tapi akses terhadap kekayaan itu. Ketimpangan bukan karena rakyat kurang usaha, tetapi karena kesempatan tidak dibagi secara adil,” ujarnya.

Kini, gelombang kesadaran untuk mengubah arah pembangunan mulai tumbuh. Semakin banyak pihak menuntut agar negara tidak lagi tunduk pada kepentingan konglomerasi, tetapi benar-benar melindungi rakyat di desa maupun kota.

Isnain menegaskan, mengatasi kemiskinan bukan hanya soal memberi bantuan, melainkan membebaskan rakyat dari struktur yang mengekang.

“Bukan sekadar memberi kail atau ikan, tetapi memastikan sungai dan lautnya tidak dikuasai pemodal,” katanya.

Ia menutup dengan seruan agar bangsa ini berani menata ulang fondasi ekonominya.

“Bangsa besar tidak membiarkan rakyatnya tertinggal. Menumbangkan Serakahnomics dari akarnya adalah jalan menuju Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat — untuk semua, bukan hanya untuk segelintir,” pungkasnya.

 

Sumber: Muh. Isnain Mukadar,

                  Ketua Umum EN-LMND

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *