Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Rokan HilirProvinsi RiauReligi

Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Sungai Segajah Padati Makam Leluhur! Tradisi Ziarah dan Balimau Menggema di Kubu

×

Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Sungai Segajah Padati Makam Leluhur! Tradisi Ziarah dan Balimau Menggema di Kubu

Sebarkan artikel ini
Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Sungai Segajah Padati Makam Leluhur! Tradisi Ziarah dan Balimau Menggema di Kubu

ROHIL | DETAKKita.com Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, masyarakat Sungai Segajah, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, tumpah ruah memadati area pemakaman keluarga, Rabu (19/02/2026).

Tradisi tahunan ini bukan sekadar ritual biasa. Warga berbondong-bondong mendatangi makam orang tua dan sanak famili yang telah lebih dulu berpulang. Mereka membersihkan pusara, membacakan ayat-ayat suci Alquran, serta memanjatkan doa agar arwah keluarga diampuni segala dosanya.

Ziarah kubur jelang Ramadhan ini sudah menjadi budaya turun-temurun yang terus dijaga masyarakat setempat.
Ketua RW Sungai Segajah, Sobri, saat dikonfirmasi Rabu (19/02/2026) sekitar pukul 16.30 WIB menegaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan leluhur yang tak pernah putus.

“Ziarah ke kubur menjelang datangnya bulan suci Ramadhan merupakan tradisi tahunan masyarakat Sungai Segajah. Tradisi ini turun-temurun dari orang tua kami,” tegas Sobri.

Ia menyebut, momen ini juga menjadi ajang pulang kampung bagi warga yang merantau.

“Biasanya anak-anak yang berada di kota atau di luar kampung, menjelang Ramadhan mereka akan pulang dan berziarah ke kubur orang tua atau sanak famili mereka,” ujarnya.

Tak berhenti sampai di situ, rangkaian tradisi dilanjutkan dengan prosesi Balimau pada sore harinya. Balimau menjadi simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan penuh berkah.

“Balimau artinya memotong jeruk lalu dimasukkan ke dalam piring dan dicampur dengan air. Setelah itu air yang bercampur jeruk tersebut disapukan ke kepala seseorang. Setelah di-Balimau, orang tersebut akan meminta maaf kepada orang tua yang membalimauinya dan saling bermaafan sesama keluarga,” jelas Sobri.

Tradisi ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Kubu, Rokan Hilir, tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi jelang Ramadhan.

Di tengah arus modernisasi, masyarakat Sungai Segajah tetap teguh menjaga kearifan lokal. Ziarah dan Balimau bukan sekadar seremoni, melainkan momentum introspeksi, penyucian diri, dan penguatan nilai kekeluargaan sebelum memasuki bulan suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *