Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiProvinsi RiauSportifitas

Pagi yang Menghidupkan Kuansing: FORKAB 2025 Menyatu dengan Riuh Tradisi, Energi Muda, dan Semangat Persatuan

×

Pagi yang Menghidupkan Kuansing: FORKAB 2025 Menyatu dengan Riuh Tradisi, Energi Muda, dan Semangat Persatuan

Sebarkan artikel ini
Pagi yang Menghidupkan Kuansing: FORKAB 2025 Menyatu dengan Riuh Tradisi, Energi Muda, dan Semangat Persatuan

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Sinar matahari pagi baru saja menyentuh rumput Lapangan Limuno ketika satu per satu peserta memasuki arena, membawa bendera, kostum, dan tawa khas olahraga tradisional. Hari ini, Kamis (27/11/2025), jantung Kota Jalur berdenyut lebih cepat dari biasanya. Festival Olahraga Kabupaten (FORKAB) KORMI Kuantan Singingi 2025 resmi dibuka—menghidupkan kembali ruang kebersamaan yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

Di antara riuh tepuk tangan dan sorakan peserta, tampak hadir jajaran penting pemerintah daerah. Hadir mewakili Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby, yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kuansing, Emmerson, yang menjadi pembuka kegiatan. Barisan kehormatan semakin lengkap dengan kehadiran Sekda Kuansing Zulkarnain, Fraksi NasDem DPRD Kuansing Effendi SM, Camat Kuantan Tengah Eka Putra, Ketua TP-PKK Kuansing Hj. Yulia Herma Suhardiman, serta Ketua DWP Kuansing Siti Maryam Zulkarnain. Sebuah barisan yang menunjukkan bahwa olahraga tradisional tidak pernah berdiri sendiri—ia selalu dikuatkan oleh pemerintahan, komunitas, hingga keluarga.

“FORKAB adalah Ruang Persatuan dan Kreativitas Masyarakat”

— Bupati Suhardiman Amby

Melalui Kadisbudpar Emmerson, Bupati Suhardiman Amby menyampaikan pesan yang menghangatkan suasana. Baginya, FORKAB bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, tetapi ruang tempat masyarakat menikmati kebersamaan yang tulus.

“Olahraga rekreasi adalah ruang persatuan masyarakat. Di sinilah kebersamaan, kreativitas, dan energi positif dibangun. Pemerintah daerah berkomitmen terus menghadirkan ruang-ruang seperti FORKAB agar masyarakat kita semakin sehat dan produktif,” ujar Bupati melalui Emmerson.

Suhardiman juga memberikan apresiasi kepada KORMI Kuansing yang selama ini konsisten menggerakkan olahraga tradisional hingga ke desa-desa dan kecamatan—membawa identitas budaya setempat kembali ke panggung utama.

“Momentum Kebangkitan Olahraga Tradisional”

— Emmerson, Kepala Disbudpar Kuansing

Usai membuka kegiatan, Emmerson tampak berkeliling menyapa para peserta. Wajahnya menyiratkan kebanggaan tersendiri melihat antusiasme masyarakat.

“FORKAB hari ini adalah momentum kebangkitan olahraga tradisional Kuansing. Antusiasme masyarakat luar biasa. Kita berharap ajang ini tidak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan sport tourism daerah,” katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendorong hadirnya event-event olahraga masyarakat lain yang mampu merangkul komunitas secara lebih luas dan kreatif.

“Kuansing adalah Rumah Besar Olahraga Masyarakat”

— Gusmir Indra, Ketum KORMI Kuansing

Dalam suasana yang kian meriah, Ketua Umum KORMI Kuansing, Gusmir Indra, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya FORKAB 2025.

“FORKAB ini adalah panggung kita bersama. Kita ingin menunjukkan bahwa Kuansing adalah rumah besar olahraga masyarakat. Semua usia, semua kelompok, bisa ikut dan bersenang-senang. Itulah spirit KORMI,” ucap pria yang akrab disapa Indrako itu.

Ia menegaskan KORMI akan terus memperluas pembinaan dan memperkenalkan lebih banyak Inorga ke tengah-tengah masyarakat agar olahraga rekreasi atau tradisional semakin dikenal dan dicintai.

Riuh Lapangan Limuno: Di Sini Tawa Menyatu dengan Tradisi

Atraksi senam kreasi, permainan tradisional, hingga olahraga modern memenuhi panggung utama Lapangan Limuno. Anak-anak berlarian, remaja bersiap bertanding, orang tua menyemangati dari pinggir lapangan—semuanya menyatu dalam alur yang hangat dan penuh warna.

Sorak-sorai penonton mengiringi tiap pertandingan, sementara musik dan yel-yel komunitas membuat suasana semakin hidup. Tak sedikit keluarga yang datang hanya untuk menikmati suasana, membuktikan bahwa olahraga tradisional memang menjadi milik semua.

FORKAB Kuansing 2025 akan berlangsung selama beberapa hari, mempertandingkan puluhan cabang olahraga rekreasi. Bukan hanya mencari juara, tetapi menciptakan ruang yang menumbuhkan karakter masyarakat Kuansing: sehat, aktif, dan selalu kompak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *