Terkesan Lemah Tangani Korupsi, Ketum LMCM Minta Kejagung Evaluasi Kinerja Kejati Riau

By Redaksi 01 Jul 2024, 23:27:40 WIB Riau
Terkesan Lemah Tangani Korupsi, Ketum LMCM Minta Kejagung Evaluasi Kinerja Kejati Riau

Ketum DPP LMCM Riau, Jefrizal. (Foto: Nurhadi / DETAKKita.com).


PEKANBARU | DETAKKita.com Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) saat ini sedang gencar-gencarnya menangani kasus korupsi kelas kakap di Indonesia, seperti kasus korupsi timah, kasus korupsi emas antam, kasus korupsi Tol MBZ, kasus korupsi BTS di Kemkominfo dan masih banyak lainnya.

Penanganan kasus korupsi yang dilakukan korps Adhyaksa yang dipimpin oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin itu, tidak lain juga untuk menunjukkan citra publik terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Namun sepak terjang Kejaksaan Agung Republik Indonesia itu, tidak diikuti oleh jajaran bawahannya yang ada di daerah seperti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Ketua Umum (Ketum) Laskar Melayu Cendikiawan Muda (LMCM) Provinsi Riau, Jefrizal kembali mengkritisi kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau yang terkesan jalan ditempat, hal itu dibuktikan dengan banyaknya kasus-kasus besar di Riau ini tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Baca Lainnya :

“Penangangan kasus kasus korupsi yang ditangani Kejati Riau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, dimana kinerja Kejati Riau terkesan jalan ditempat,” cetus Jefrizal, Senin (1/7/2024).

Apalagi semenjak Kejati Riau yang saat ini dipimpin oleh Akmal Abbas SH MH, sambung Jefrizal, malah sering didemo oleh para aktivis korupsi, mahasiswa serta para pemuda yang peduli terhadap proses pembangunan di Provinsi Riau.

“Bahkan bisa dikatakan tiap minggu, namun tidak ada tindak lanjut sama sekali, hal ini sangat mengecewakan nilai keadilan hukum di negeri Lancang Kuning ini,” ungkapnya.

Dimana hal itu, kata Jefrizal, terlihat secara indeks bahwa penanganan kasus korupsi yang ditangani Kejati Riau cenderung menurun.

“Sementara masyarakat sudah mengetahui bahwa kasus dugaan korupsi di Provinsi Riau sudah dalam darurat korupsi, keseriusan Kejati Riau dalam pemberantasan korupsi masih menurun, sangat jauh berbeda dengan atasannya, yaitu Kejaksaan Agung,” tambah Ketum LMCM Riau itu.

Polemik dugaan kasus korupsi yang terjadi saat ini, kata Jefrizal, dinilai Kejati Riau kurang mampu mengungkap kasus, ditenggarai dugaan lemahnya mental Kejati Riau, untuk mengungkap berbagai kasus besar dugaan korupsi di Riau.

“Sebagai bukti banyaknya laporan masyarakat terkesan terabaikan oleh Kejati Riau, hampir tiap minggu pemuda, aktivis yang benci dengan KKN di Provinsi Riau ini melakukan aksi demontrasi di depan Kejati Riau untuk menuntut tindak lanjut laporan mereka, faktanya Kejati Riau berpesan masih Telaah, Pulldata lah penyelidikan lah. Sehingga Kepercayaan Publik terhadap Kejati Riau sangat menurun,” timpalnya.

Persoalan ini, lanjut Jefrizal, seharusnya perlu menjadi atensi Jaksa Agung untuk segera mengevaluasi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Akmal Abbas SH MH.

“Sangat mengecewakan rasanya, apabila masyarakat yang seharusnya cinta dan sudah percaya terhadap lembaga kejaksaan, justru turun drastis tingkat kepercayaannya akibat langkah oknum yang masih lemah dan terkesan tutup mata itu,” tegas Jefrizal.

Dalam uraian Jefrizal, ia mempertegas bahwa ada beberapa laporan dugaan Tindak Pidana dan dugaan kasus KKN lainnya yang dinilai tidak ada kejelasan. Salah satunya, laporan dugaan Penggelapan BB oleh Oknum Kejari Kepulauan Meranti, laporan pencemaran lingkungan hidup dan Laporan Proyek Payung Listrik, laporan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan APBD Riau tahun 2022.

“Jika melihat rekam jejak dan background nya, kami masih punya harapan besar untuk yang terhormat bapak Kajati Riau agar segera ambil langkah Cepat, Tepat dan Tuntas atas beragam persoalan hukum yang urgen di bumi Lancang Kuning ini teratasi dan tentunya bekerja secara Profesional dan berintegritas terus Meningkat,” tutup Ketum DPP LMCM itu.**


Laporan : Nurhadi

Editor : Redaksi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

  • ';