Setengah Tahun Terbaring Sakit, Pekerja Kilang Sagu Tak Mendapatkan Haknya

By Redaksi 15 Jun 2024, 04:09:31 WIB Kep. Meranti
Setengah Tahun Terbaring Sakit, Pekerja Kilang Sagu Tak Mendapatkan Haknya

Ketua DPD LSM PKP Kepulauan Meranti, Jamaludin Saat Menjenguk Kondisi Kurniawan Pekerja Kilang Sagu di RSUD Kepulauan Meranti, Selasa (11/6/2024). (Dok. Nurhadi / DETAKKita.com).


MERANTI | DETAKKita.com “Toke” pemilik kilang sagu di Kepulauan Meranti berinisial A, dinilai tidak perhatikan pekerjanya, Kurniawan (50) asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang terbaring sakit selama setengah tahun (6 bulan) dirawat di RSUD Kepulauan Meranti.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Pelayanan Publik (PKPP) Kepulauan Meranti, Jamaludin mengungkapkan hal itu kepada DETAKKita.com disalah satu tempat di Meranti, pada Selasa (11/6/2024) yang lalu.

Jamaludin menyampaikan, bahwa pekerja gilang sagu ini sudah selama 6 bulan atau setengah tahun yang bernama Kurniawan terbaring sakit hingga saat ini masih dirawat di RSUD Kepulauan Meranti, tanpa mendapatkan haknya atau berupa kepedulian dari “Toke” yang merupakan pemilik usaha dimana dia bekerja selama ini.

Baca Lainnya :

“Kami tau hal ini setelah menjenguk Kurniawan di RSUD Kepulauan Meranti, Kurniawan mengatakan bahwa dirinya sudah 6 bulan terbaring sakit dan hanya sekali pihak kilang melihat kondisinya serta menitipkan uang hanya senilai Rp 200.000,-,” ungkap Jamaludin.


Tak hanya itu, Jamaludin juga menuturkan, dimana menurut keterangan dari Kurniawan bahwa dirinya bekerja sudah 4 tahun di kilang tersebut dengan gaji atau upah yang diterimanya sebesar Rp 75.000,- perharinya.

“Turut prihatin dengan kondisi beliau yang diacuhkan atau diabaikan oleh pihak kilang sagu dimana tempatnya bekerja selama ini, padahal beliau telah bekerja selama 4 tahun. Alhamdulillah beliau mengatakan bahwa pihak RSUD melalui Dinas Sosial sangat peduli dengan kondisinya yang tidak mempunyai saudara di Meranti,” ulas Jamaludin.

Diwaktu yang sama, Jamaludin berharap kepada pemilik kilang sagu itu, agar bisa perhatikan kondisi pekerjanya serta meminta kepada dinas maupun instansi terkait untuk jeli dengan pemilik kilang-kilang lainnya yang ada di Kepulauan Meranti, yang hampir rata-rata memberi upah karyawan sangat rendah alias dibawah standar upah minimum daerah.

“Kami harap pihak terkait untuk dapat memberikan arahan serta lebih jeli lagi terhadap pihak kilang sagu di Meranti ini, karena hampir rata-rata kilang sagu di Meranti ini memberikan upah yang rendah alias tidak wajar yang berada jauh dibawah standar upah minimum kepada pekerjanya. Tak hanya itu, kami juga berharap dinas terkait agar memberikan sanksi kepada kilang sagu yang tidak menaati peraturan, jika perlu cabut izin operasinya jika tetap melanggar,” tegas Jamaludin.**


Laporan : Nurhadi

Editor : Redaksi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

  • ';